Lonjakan Harga Saham UNTR Katrol IDXINDUST, IHSG Ditutup Menguat 1,14% ke Level 6.599

RollingStock.ID – Kinerja sektor industri menjadi penopang utama penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (1/9), dengan indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 3,71 persen. Penguatan ini sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup meningkat 1,14 persen ke level 6.599.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINDUST menjadi indeks sektoral dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini. ASII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp199 triliun, harga sahamnya tercatat menguat 2,5 persen ke level 4.920.

Sementara itu, UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp95,3 triliun, harga sahamnya terpantau melonjak 5,68 persen ke level 25.575. Adapun dua saham sektor perindustrian yang mengalami kenaikan tertinggi adalah SINI (+17,4%) dan CCSI (+10,4%).

Berikutnya, indeks sektor teknologi IDXTECHNO tercatat menguat 2,9 persen. MLPT sebagai konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap sebesar Rp60,9 triliun, harga sahamnya meningkat 1,96 persen. Adapun BELI dengan market cap Rp44,7 triliun, sahamnya mengalami ARA atau melambung 24,43 persen ke level 1.300. Dua saham di IDXTECHNO yang mencatatkan peningkatan terbesar juga ada pada BELI dan diikuti IRSX (+10,9%).

Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami kenaikan 2,39 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada AIMS yang membukukan ARA (+25%) dan CUAN (+11%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 1,48 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada BSIM yang mencatatkan ARA (+25%) dan LIFE (+16,4%).

Kemudian diikuti indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) meningkat 1,38 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada saham HEAL (+10,1%) dan SAME (+5%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) mencatatkan kenaikan0,92 persen, dengan peningkatan harga saham tertinggi pada SAFE yang mengalami ARA (+25%) dan GTRA juga mencatatkan ARA (+24,5%).

Indeks sektor barang baku (IDXCYCLIC) menguat 0,89 persen, dengan kenaikan paling tajam pada PTSP yang mencatatkan ARA (+24,7%) dan GEMA (+13,3%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) naik 0,46 persen, dengan penguatan terbesar pada NZIA (+24,3%) dan MSIE mengalami ARA (+9,6%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXNONCYC) meningkat 0,28 persen, dengan kenaikan tertinggi pada COCO (+21,7%) dan ENZO (+12,9%).

Pada sisi lain, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat merosot 0,13 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham HADE (-5,9%) dan ISAT (-4,4%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mencatat pelemahan 0,56 persen, terutama tertekan EMAS sebagai pemilik market cap Rp129 triliun yang harga sahamnya anjlok 8,33 persen ke level 8.800.

Selain EMAS, saham lain yang menjadi penekan IDXBASIC adalah BRMS sebagai pemilik market cap Rp103 triliun,dengan penurunan harga saham sebesar 2,67 persen ke level 730. Dua saham di indeks sektor barang baku yang mencatatkan koreksi paling dalam juga terjadi pada EMAS dan diikuti OBMD (-7,1%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *