Meski Beban Penjualan dan Piutang Membengkak, Laba Bersih SIG (SMGR) di 1H26 Melonjak 471%

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan laba bersih Rp228,26 miliar atau melonjak 471 persen dibandingkan Semester I-2025 senilai Rp39,98 miliar. Pada periode yang sama, beban penjualan tercatat membengkak 35,77 persen (year-on-year) menjadi Rp1,48 triliun, sedangkan piutang jatuh tempo meningkat 20,8 persen (y-o-y) menjadi Rp607,18 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan SMGR untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, pendapatan emiten semen BUMN ini tercatat Rp17,65 triliun atau bertumbuh 13,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar dari Rp15,61 triliun. Beban pokok pendapatan meningkat 11,06 persen (y-o-y) menjadi Rp13,85 triliun, sehingga laba bruto tercatat Rp3,8 triliun atau melejit 21,07 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Juni 2026, beban penjualan SMGR melonjak 35,77 persen menjadi Rp1,48 triliun dari Rp1,09 triliun pada Januari-Juni 2025. Mangacu pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), ongkos angkut dan bongkar mengalami kenaikan 42 persen (y-o-y) menjadi Rp981,03 miliar, sedangkan beban promosi melambung 130,39 persen (y-o-y) menjadi Rp222,52 miliar.
Per 30 Juni 2026, SMGR mencatatkan total piutang usaha bruto mencapai Rp7,15 triliun atau lebih rendah 0,83 persen dari Rp7,21 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, piutang yang jatuh tempo 136-365 hari terpantau membengkak 20,08 persen menjadi Rp607,18 miliar dari Rp502,64 miliar pada 31 Desember 2025. Sementara itu piutang yang jatuh tempo lebih dari 365 hari sebesar Rp1,29 triliun dan cadangan kerugian kredit piutang usaha mencapai Rp1,62 triliun atau meningkat 6,41 persen (year-to-date).
Dari sisi segmen, produksi non-semen di 1H26 membukukan pendapatan Rp5,17 triliun atau bertumbuh 8,05 persen (y-o-y). Namun hasil segmen produksi non-semen di 1H26 tercatat negatif Rp76,02 miliar, dibandingkan negatif Rp71,29 miliar pada 1H25 alias memburuk 6,65 persen. Sebaliknya, hasil segmen produksi semen meningkat 26,36 persen menjadi Rp736,4 miliar dari Rp582,78 miliar.
Sementara itu, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC) membukukan pendapatan di 1H26 sebesar Rp532,92 miliar atau meningkat 29,68 persen (y-o-y). Beban tercatat Rp636,64 miliar alias membengkak 9,87 persen dari Rp579,43 miliar. Selama enam bulan pertama tahun ini, TLCC mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,87 miliar.
Pada CALK SMGR juga terungkap bahwa lokasi pabrik TLCC di Quang Ninh, Vietnam, kemungkinan bakal direlokasi berdasarkan rencana pembangunan regional. Hingga 30 Juni 2026, TLCC belum menerima tanggapan dari otoritas setempat terkait permohonan relokasi atau penghentian operasional pabrik.
Pada sisi lain, SMGR mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi di Semester I-2026 melonjak 84,94 persen menjadi Rp2,17 triliun dari Rp1,17 triliun pada Semester I-2025. Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan di 1H26 mencapai Rp2,68 triliun, dibandingkan Rp478,43 miliar pada 1H25.
Per 30 Juni 2026, jumlah ekuitas SMGR tercatat Rp47,88 triliun atau meningkat 0,33 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp47,72 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas mencapai Rp25,24 triliun atau bisa ditekan 7,02 persen (y-t-d), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp15,48 triliun.
Pada 30 Juni 2026, total aset emiten pemilik brand SIG ini terpantau menurun 2,55 persen (y-t-d) menjadi Rp74,62 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp3,64 triliun atau melorot 21,68 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp4,64 triliun. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary