Penguatan IDXINDUST Ditopang Lonjakan UNTR 5,68% Saat IHSG Naik 0,6% pada Sesi I

bei5
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada penutupan perdagangan Sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/9), dengan kenaikan 2,45 persen. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,6 persen ke level 6.564.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penguatan IDXINDUST antara lain ditopang oleh saham UNTR sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kedua di sektor ini senilai Rp95,3 triliun, yang harga sahamnya terpantau melonjak 5,68 persen ke level 25.575.

Sementara itu, ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXINDUST senilai Rp196 triliun, harga sahamnya tercatat menguat 1,04 persen ke level 4.850. Adapun dua saham di sektor ini yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah CCSI (+14,2%) dan SINI (+11,7%).

Setelah IDXINDUST, indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 1,5 persen, antara lain ditopang DSSA yang memiliki market cap Rp216 triliun dengan harga saham meningkat 1,35 persen ke level 1.125. Lalu, CUAN dengan market cap Rp92,7 triliun, harga sahamnya naik 1,23 persen ke level 825. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan peningkatan tertinggi adalah AIMS yang mengalami ARA (+25%) dan TAMU (+8%).

Berikutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat meningkat 1,26 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada saham SAFE yang mencatatkan ARA (+25%) dan GTRA juga mengalami ARA (+24,5%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 1,14 persen, dengan kenaikan tertinggi pada BSIM yang membukukan ARA (+25%) dan LIFE (+14,6%).

Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami kenaikan 0,58 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham HEAL (+9,3%) dan PEHA (+5,9%). Lalu diikuti indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) yang menguat 0,45 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada PTSP yang mengalami ARA (+24,7%) dan LUCY juga mencatatkan ARA (+9,9%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) naik 0,34 persen, dengan peningkatan terbesar pada COCO (+13,2%) dan ENZO (+11,4%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,33 persen, dengan kenaikan tertinggi pada NZIA (+18,8%) dan MSIE mengalami ARA (+9,6%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) meningkat tipis 0,04 persen, dengan penguatan terbesar pada SQMI mengalami ARA (+34,9%) dan KKES (+29,9%).

Pada sisi lain, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau menurun 0,09 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada DCII (-5%) dan ELIT (-2,9%). Adapun indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) merosot 0,26 persen, terutama tertekan oleh saham MORA sebagai pemilik market cap Rp257 triliun yang harga sahamnya melorot 2,7 persen ke level 5.400.

Selain itu, tekanan pada indesk sektor teknologi juga dipengaruhi ISAT sebagai pemilik market cap sebesar Rp79 triliun yang harga sahamnya melemah 2 persen ke level 2.450. Dua saham di IDXINFRA yang mengalami penurunan harga paling tajam juga ada pada MORA dan selanjutnya diikuti POWR (-2,6%). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

1 thought on “Penguatan IDXINDUST Ditopang Lonjakan UNTR 5,68% Saat IHSG Naik 0,6% pada Sesi I”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *