AADI Rampungkan Penjualan 47,99% Saham Kestrel ke Yancoal Senilai USD814,12 Juta

RollingStock.ID – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui perusahaan terkendalinya, Adaro Capital Limited (ACL) menyelesaikan pengalihan seluruh saham dan waran miliknya di Kestrel Coal Group Pty Ltd kepada Yancoal Australia Limited pada hari ini (1/10) waktu Melbourne.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterbitkan Adaro Andalan di Jakarta, Kamis (1/10), penyelesaian transaksi tersebut dilakukan setelah ACL bersama pihak penjual lainnya yang tidak terafiliasi dengan AADI dan Yancoal memenuhi seluruh persyaratan pendahuluan yang disepakati dalam Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026.
Manajemen AADI mengungkapkan, objek transaksi mencakup 720.385.220 saham biasa Kestrel milik ACL yang telah disetor penuh atau setara 47,99 persen kepemilikan, serta seluruh waran milik ACL di Kestrel. Adapun nilai total penjualan objek transaksi yang diterima ACL mencapai USD814,12 juta.
Nilai transaksi tersebut merupakan nilai sebelum pajak dan masih tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam SPA. Setelah dikurangi pajak, maka nilai total penjualan objek transaksi menjadi sebesar USD734,83 juta.
Selain itu, para penjual, termasuk ACL dapat menerima contingent cash consideration dengan nilai maksimum total hingga USD550 juta. Pembayaran ini dilakukan secara tahunan selama periode lima tahun sejak tanggal penyelesaian transaksi, dengan syarat rata-rata harga harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00).
Manajemen AADI menyebutkan, transaksi tersebut merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 17/2020. Lantaran nilai transaksi ini kurang dari 50 persen ekuitas AADI, maka perseroan tidak diwajibkan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu. Pelaksanaan transaksi untuk pengembangan bisnis grup AADI di Indonesia, pembayaran dividen dan memperkuat struktur permodalan.
Sekadar informasi, Kestrel secara tidak langsung memiliki 100 persen saham Kestrel Coal Resources Pty Ltd (KCR), sedangkan KCR memegang 80 persen kepentingan dalam joint venture yang memiliki dan mengoperasikan Kestrel coal mine, tambang batubara metalurgi bawah tanah dengan metode longwall yang berlokasi di Bowen Basin, Queensland, Australia.
Sebelum transaksi, ACL memiliki 47,99 persen saham Kestrel dan setelah transaksi sebesar 100 persen saham Kestrel dimiliki Yancoal. Adapun Yancoal merupakan perusahaan pertambangan batubara termal dan metalurgi. Pemegang saham terbesar Yancoal adalah Yankuang Energy Group Co Ltd dengan kepemilikan 62,26 persen, diikuti Cinda International HGB Investment (UK) Ltd sebesar 6,99 persen dan pemegang saham lainnya memiliki 30,75 persen. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary