Pengendali NAYZ Patok Harga Tender Offer Rp75/Saham, Siapkan Dana Rp87,68 Miliar

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – PT Saiko Consultancy Grand (SCG), perusahaan yang ditunjuk Saiko Consultancy Pte Ltd sebagai pengendali baru PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) akan melaksanakan penawaran tender wajib (MTO) atas saham NAYZ dengan harga Rp75 per lembar.

Mengutip laporan Saiko Consultancy Grand kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 2 Oktober 2026, tender offer wajib tersebut dilakukan menyusul perubahan pengendalian NAYZ dari PT Asia Intrainvesta (AI) kepada Saiko Consultancy Pte Ltd.

Saiko mengambil alih 750 juta saham NAYZ atau setara 29,41 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada 19 Agustus 2026. SCG akan menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 1.169.011.472 saham NAYZ atau setara 45,84 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan harga tender offer Rp75 per saham, maka nilai maksimal penawaran tender wajib mencapai Rp87,68 miliar. Adapun harga MTO Rp75 per saham itu ditetapkan berdasarkan ketentuan POJK 9/2018 dengan menggunakan nilai yang lebih tinggi antara harga pengambilalihan sebesar Rp23,5 per saham atau rata-rata harga tertinggi perdagangan harian NAYZ di BEI selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi pengambilalihan.

Rata-rata harga tertinggi tersebut tercatat sebesar Rp74,45 per saham dan dibulatkan menjadi Rp75 per saham. Penawaran tender wajib akan berlangsung mulai 5 Oktober 2026 hingga 3 November 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti penawaran dijadwalkan pada 10 November 2026. Transaksi jual-beli saham tender wajib akan dilakukan melalui mekanisme crossing di BEI.

Manajemen SCG menyebutkan, pihaknya memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran penawaran tender wajib. Dana ini ditempatkan pada rekening atas nama SCG di PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) dan akan digunakan untuk pembayaran kepada pemegang saham yang berhak.

Apabila seluruh pemegang saham yang berhak menjual sahamnya melalui tender offer, maka kepemilikan Saiko secara langsung dan tidak langsung akan mencapai 1.919.011.472 saham atau sebesar 75,26 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh NAYZ.

Sekadar informasi, PT Asia Intrainvesta tidak termasuk pihak yang sahamnya wajib dibeli melalui tender offer, karena merupakan pihak yang melakukan transaksi pengambilalihan dengan pengendali baru.

Lebih lanjut manajemen Saiko mengungkapkan, tujuan pengambilalihan NAYZ adalah untuk pengembangan usaha. Pengendali baru berencana mengembangkan bisnis melalui NAYZ dengan fokus pada bidang yang sesuai dengan keahlian dan pengalaman bisnis Saiko, yaitu telekomunikasi dan teknologi.

Pengembangan tersebut antara lain akan dilakukan melalui mekanisme inbreng dan/atau pengalihan saham perusahaan yang dimiliki Saiko maupun pihak lain kepada NAYZ. Sejalan dengan rencana ini, NAYZ akan menambah kegiatan usaha, mengalihkan bisnis termasuk aset yang saat ini dimiliki perseroan kepada AI dan pihak lain yang ditunjuk, serta menerima penambahan modal.

Manajemen Saiko menegaskan, sejauh ini pihaknya tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham NAYZ dari BEI, mengubah status NAYZ menjadi perusahaan tertutup, melikuidasi perseroan maupun mengubah kebijakan dividen.

Patut diketahui, Saiko Consultancy Pte Ltd didirikan di Singapura pada 8 Januari 2026 yang bergerak di bidang aktivitas konsultasi manajemen dan perusahaan holding. Pemegang sahamnya adalah Nusttanakit Sasiarnon (35%) Sawin Laosethakul (35%) dan Mark Leong Kei Wei (30%). Adapun Nusttanakit Sasiarnon dan Sawin Laosethakul sebagai pengendali dan pemilik manfaat akhir (UBO) Saiko. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *