ADHI Alihkan Rp378,69 Miliar Dana Rights Issue untuk Modal Kerja Proyek Carry Over

RollingStock.ID – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana mengubah penggunaan sisa dana hasil Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PM-HMETD II) alias rights issue sebesar Rp378,69 miliar menjadi modal kerja.
Berdasarkan keterangan resmi ADHI yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (7/10), rencana perubahan penggunaan dana rights issue tersebut sejalan dengan program streamlining BUMN dan arahan untuk memfokuskan kegiatan usaha pada bisnis inti. Maka, ADHI tidak akan melakukan penyetoran modal kepada entitas investasi seperti rencana sebelumnya.
Seperti diketahui, ADHI memperoleh dana rights issue sebesar Rp2,65 triliun setelah dikurangi biaya emisi. Dana ini berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp1,98 triliun dan dana yang diambil bagian oleh masyarakat sebesar Rp675,5 miliar.
Mengutip laporan realisasi penggunaan dana per 30 Juni 2026, tercatat masih ada sisa dana sebesar Rp378,69 miliar. Manajemen ADHI menjelaskan, dana ini semula dialokasikan untuk setoran modal kepada sejumlah entitas investasi, namun kini perseroan berencana mengubah sebagian penggunaan dana menjadi modal kerja untuk mendukung penyelesaian proyek carry over.
Manajemen ADHI mengungkapkan, dana Rp378,69 miliar tersebut akan digunakan untuk pembelian material dan bahan konstruksi, pembayaran tenaga kerja dan subkontraktor, mobilisasi peralatan, serta kebutuhan pelaksanaan pekerjaan lainnya sampai proyek selesai.
Lebih lanjut manajemen menyatakan, penggunaan dana sebagai modal kerja diharapkan bisa menjaga pelaksanaan proyek yang dalam proses penyelesaian, mempercepat penyelesaian proyek dan mendorong percepatan cash in. Selain itu, dana tersebut diharapkan mampu mempercepat siklus konversi dana yang telah digunakan untuk kebutuhan proyek menjadi progres pekerjaan, penerbitan termin hingga penerimaan kas.
Perseroan juga menyebutkan bahwa modal kerja tersebut berfungsi sebagai buffer likuiditas untuk menjembatani jeda antara pengeluaran kas (cash out) dan realisasi penerimaan kas (cash in). Manajemen ADHI meyakini, perubahan penggunaan dana ini tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan.
Rencana perubahan penggunaan dana rights issue tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta, 13 November 2026. Selain perubahan penggunaan dana PM-HMETD II, Rapat juga memiliki agenda terkait persetujuan transaksi material atas rencana divestasi saham ADHI pada PT Jasamarga Jogja Solo. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
1 thought on “ADHI Alihkan Rp378,69 Miliar Dana Rights Issue untuk Modal Kerja Proyek Carry Over”