IDXBASIC Anjlok 6,35%, Sejumlah Saham Big Caps Sentuh ARB Saat IHSG Drop 5,05%

RollingStock.ID – Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mencatatkan penurunan terdalam di antara indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Sesi I perdagangan Senin (19/10), dengan pelemahan 6,35 persen. Sejalan dengan pelemahan seluruh indeks sektoral, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 5,05 persen ke level 4.923.
Berdasarkan data IDX Mobile, IDXBASIC tercatat anjlok 6,35 persen. AMMN sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp252 triliun, harga sahamnya anjlok 6,95 persen atau menyentuh auto rejection bawah (ARB) ke level 3.480. BRPT dengan market cap terbesar kedua senilai Rp105 triliun, harga sahamnya merosot 6,61 persen ke 1.130. TPIA yang memiliki market cap Rp97,3 triliun, harga sahamnya 6,64 persen ke level Rp1.125. Saham BRPT dan TPIA juga terpantau menyentuh ARB.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatatkan penurunan 5,5 persen. BREN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp231 triliun, harga sahamnya anjlok 6,74 persen atau menyentuh ARB ke 1.730. TLKM yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp175 triliun, harga sahamnya turun 6,84 persen ke level 1.770. Sementara itu, MORA dengan market cap Rp173 triliun, terkoreksi 6,91 persen ke 3.640. Ketiga saham di sektor ini sama-sama menyentuh ARB.
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melemah 5,48 persen. BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp345 triliun, harga sahamnya anjlok ke level 10.375 dan menyentuh ARB. DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp128 triliun, harga sahamnya anjlok 6,99 persen ke level 665 atau menyentuh ARB. Adapun AADI dengan market cap Rp75,3 triliun, harga sahamnya merosot 2,27 persen ke 9.675.
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) turun 5,14 persen. SRAJ sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp129 triliun, harga sahamnya melorot 4,07 persen ke level 10.600. KLBF yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp29,4 triliun, harga sahamnya anjlok 6,67 persen ke level 630 atau menyentuh ARB. Sebaliknya, SILO dengan market cap Rp23,4 triliun, harga sahamnya justru menguat 3,44 persen ke level 1.805.
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terkoreksi 4,91 persen. ICBP sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp68,5 triliun, harga sahamnya anjlok 6,75 persen ke level 5.875 atau menyentuh ARB. HMSP yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp66,8 triliun, harga sahamnya menurun 5,74 persen ke level 575. Adapun INDF dengan market cap Rp56,4 triliun, terkoreksi 3,02 persen ke level 6.425.
Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) mencatatkan pelemahan 4,58 persen. ASII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp165 triliun, harga sahamnya merosot 2,39 persen ke level 4.090. UNTR dengan market cap terbesar kedua senilai Rp80,4 triliun, harga sahamnya melemah 4,64 persen ke level 21.575. Sementara itu, IMPC yang memiliki market cap Rp42,7 triliun, harga sahamnya anjlok 6,52 persen ke level 860 atau menyentuh ARB.
Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) melemah 4,46 persen. MAPI sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp20,5 triliun, harga sahamnya terperosok 6,44 persen ke level 1.320. Lalu, MGLV yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp19,6 triliun, harga sahamnya anjlok 9,83 persen ke level 10.325 atau menyentuh ARB. Sementara itu, MDIY dengan market cap Rp19,1 triliun, terkoreksi 5 persen ke level 760.
Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 4,29 persen. MPRO sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp114 triliun, harga sahamnya melemah 0,43 persen ke level 11.550. PANI yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp72 triliun, harga sahamnya anjlok 6,82 persen ke 3.960 atau mengalami ARB. MKPI dengan market cap Rp19,3 triliun, harga sahamnya melemah 0,49 persen ke level 20.450.
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) terkoreksi 3,85 persen. GIAA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp16,2 triliun, harga sahamnya anjlok 9,09 persen ke level 40 atau menyentuh ARB. Sebaliknya, TMAS yang memiliki market cap terbesar kedua senilai 6,33 triliun, harga sahamnya justru menguat 3,74 persen ke 111. Sementara itu, SMDR dengan market cap Rp5,5 triliun, harga sahamnya melemah 4 persen ke level 336.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatatkan penurunan 3,77 persen. BBCA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp588 triliun, harga sahamnya anjlok 6,86 persen ke level 4.820 atau menyentuh ARB. BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp369 triliun, harga sahamnya terperosok 6,82 persen ke level 2.460 atau menyentuh ARB. Adapun BMRI dengan market cap Rp304 triliun, harga sahamnya melemah 2,65 persen ke level 3.300.
Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan penurunan terkecil di antara 11 indeks sektoral di BEI, yakni sebesar 3,06 persen. DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp445 triliun, harga sahamnya menurun 0,65 persen ke level 186.950. BELI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp36,5 triliun, harga sahamnya melemah 2,21 persen ke level 266. Lalu, MLPT dengan market cap Rp32,3 triliun, harga sahamnya anjlok 6,76 persen ke level Rp690 atau mengalami ARB. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary