BBTN Kembali Kaji Buyback Saham, Pernah Siapkan Rp275 Miliar Saat Pandemi Covid

bbtn
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa saat ini BTN sedang mengkaji opsi pembelian kembali (buyback) saham sebagai alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal Indonesia.

Menurut Nixon, sebelumnya perseroan juga pernah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk rencana buyback saham pada 2020, saat pasar modal tertekan akibat pandemi Covid-19. Dia menegaskan, kajian buyback kali ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan strategis BTN dan upaya menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

“Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback,” ujar Nixon di Jakarta, Selasa (20/10).

Lebih lanjut dia menyebutkan, kajian buyback saham mencakup sejumlah aspek, antara lain kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis dan ketentuan regulator yang berlaku. “Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali dengan peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan perseroan,” ucapnya.

Dia menyatakan, rencana buyback bukan merupakan langkah baru bagi BBTN. Pada 2020, BTN pernah menyiapkan Rp275 miliar untuk rencana buyback melalui pasar sekunder di tengah tekanan pasar akibat pandemi Covid-19. Pengalaman itu menjadi salah satu referensi bagi perseroan dalam mengevaluasi alternatif aksi korporasi dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan.

Nixon menegaskan, BTN tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, serta pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. BBTN juga terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis, terutama di sektor pembiayaan perumahan yang dinilai masih memiliki potensi besar.

Fokus tersebut sejalan dengan dukungan BTN terhadap Program 3 Juta Rumah dan transformasi bisnis menuju beyond mortgage, yakni pengembangan bisnis yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).

“Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar. BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis, serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal,” papar Nixon. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *