Asing Net Sell Rp354,16 Miliar di Pasar Reguler, Saham Bank BUMN Jadi Sasaran Jual

RollingStock.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) Rp354,1 miliar di pasar reguler pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,13 persen ke level 6.461, dengan saham bank BUMN menjadi sasaran utama penjualan asing.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, nilai pembelian investor asing di pasar reguler sebesar Rp3,62 triliun, sedangkan penjualan yang dilakukan asing mencapai Rp3,97 triliun. Dengan demikian, sepanjang perdagangan kemarin terjadi net foreign sell di pasar reguler senilai Rp354,16 miliar.
Adapun ANTM menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp176 miliar. Selanjutnya, BUMI mencatat nilai pembelian bersih investor asing sebesar Rp100,5 miliar dan TLKM senilai Rp97,1 miliar. Sebaliknya, BMRI menjadi saham dengan net foreign sell terbesar Rp282,9 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp99,9 miliar dan BBNI senilai Rp95,8 miliar.
Untuk perdagangan di pasar negosiasi, investor asing mencatat nilai pembelian sebesar Rp1,552 triliun, sedangkan penjualan asing mencapai Rp1,548 triliun. Alhasil, pada perdagangan kemarin investor asing membukukan net foreign buy di pasar negosiasi senilai Rp4,88 miliar.
UANG menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar nego, yakni mencapai Rp39,9 miliar, disusul BRMS sebesar Rp12,9 miliar dan AMMN senilai Rp5,4 miliar. Sementara itu, net foreign sell terbesar di pasar nego dialami BVIC yang mencapai Rp25,8 miliar, kemudian diikuti JPFA sebesar Rp16,9 miliar dan BUVA senilai Rp6,9 miliar.
Pada perdagangan di seluruh pasar (all market), asing membukukan pembelian Rp5,17 triliun dan penjualan mencapai Rp5,52 triliun, sehingga terjadi net foreign sell Rp349,28 miliar. Tiga saham dengan net foreign buy terbesar di seluruh pasar adalah ANTM mencapai Rp176 miliar, BUMI Rp100,5 miliar dan BRMS Rp97,6 miliar. Sedangkan net foreign sell terbesar terjadi pada BMRI mencapai Rp282,9 miliar, BBRI Rp99,9 miliar dan BBNI senilai Rp95,8 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary