Asing Net Sell Rp592 Miliar di Pasar Reguler, BMRI dan BUMI Terbanyak Dilego

RollingStock.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) Rp592 miliar di pasar reguler pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38 persen ke level 6.436, dengan BMRI dan BUMI menjadi dua saham yang paling banyak dijual asing.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, nilai pembelian investor asing di pasar reguler sebesar Rp3,17 triliun, sedangkan penjualan yang dilakukan asing mencapai Rp3,76 triliun. Dengan demikian, sepanjang perdagangan kemarin terjadi net foreign sell di pasar reguler senilai Rp592 miliar.
Adapun BRMS menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp88,4 miliar. Selanjutnya, ANTM mencatat nilai pembelian bersih investor asing sebesar Rp49,8 miliar dan SINI senilai Rp39,1 miliar. Sebaliknya, BMRI menjadi saham dengan net foreign sell terbesar Rp238,3 miliar, diikuti BUMI sebesar Rp101,9 miliar dan BBCA senilai Rp66,8 miliar.
Untuk perdagangan di pasar negosiasi, investor asing mencatat nilai pembelian sebesar Rp615,6 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp648,3 miliar. Sehingga, pada perdagangan kemarin investor asing membukukan net foreign sell di pasar negosiasi senilai Rp32,6 miliar.
AMMN menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar nego, yakni mencapai Rp15,3 miliar, disusul AADI sebesar Rp11,2 miliar dan BBCA senilai Rp8,9 miliar. Sementara itu, net foreign sell terbesar di pasar nego dialami ERAA yang mencapai Rp49,1 miliar, kemudian diikuti BBRI sebesar Rp15,4 miliar dan MAPA senilai Rp11,9 miliar.
Pada perdagangan di seluruh pasar (all market), asing membukukan pembelian Rp3,79 triliun dan penjualan mencapai Rp4,41 triliun, sehingga terjadi net foreign sell Rp624,7 miliar. Tiga saham dengan net foreign buy terbesar di seluruh pasar adalah BRMS mencapai Rp88,4 miliar, ANTM Rp49,8 miliar dan SINI Rp39,1 miliar. Sedangkan net foreign sell terbesar terjadi pada BMRI mencapai Rp238,3 miliar, BUMI Rp101,9 miliar dan BBCA senilai Rp57,9 miliar. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary