Indeks Infrastruktur Tertekan 1,21%, BREN dan TLKM Merosot Saat IHSG Turun 0,38%

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9), dengan melemah 1,21 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun 0,38 persen ke level 6.436.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, tekanan terhadap indeks sektor infrastruktur hingga 1,21 persen antara lain tercermin dari pergerakan BREN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di IDXINFRA senilai Rp413 triliun. Harga saham BREN pada perdagangan hari ini terpantau merosot 1,9 persen ke level 3.090.

Sementara itu, TLKM sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp263 triliun, harga sahamnya melorot 1,48 persen ke level 2.660. Adapun saham di sektor ini yang mengalami koreksi paling dalam adalah ARKO (-9,4%) dan CENT (-7,1%).

Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) tersungkur 1,13 persen. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp459 triliun, harga sahamnya anjlok 3,22 persen ke 192.900. Adapun BELI sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp39,2 triliun, harga sahamnya turun 0,69 persen ke 286. Dua saham di sektor ini mencatatkan koreksi terdalam yakni, PTSN (-8,3%) dan KREN (-6,2%).

Indeks sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) terperosok 1,12 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham FILM (-9,9%) dan OLIV (-9,5%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,78 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada BKDP (-10,1%) dan TRIN (-9,4%).

Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menurun 0,62 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham DEWA (-6,6%) dan ALII (-5,2%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,42 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham DEFI (-14,4%) dan APIC (-8,6%).

Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terkoreksi 0,27 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada INTD yang mengalami ARB (-15%) dan SQMI (-8,4%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,24 persen, dengan koreksi terdalam pada saham PYFA (-3,1%) dan PRDL (-8,1%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,14 persen, dengan pelemahan terbesar pada SAPX yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan TRJA (-7,6%).

Sebaliknya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami penguatan 0,11 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham DPUM (+15,2%) dan EURO mengalami ARA (+10%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan kinerja paling kuat di antara 11 indeks sektoral, dengan kenaikan 0,91 persen.

Penguatan indeks sektor barang konsumen primer terutama ditopang IMPC sebagai emiten pemilik market cap senilai Rp93,3 triliun, yang harga sahamnya melejit 4,62 persen ke level 1.700. Adapun saham yang mencatatkan kenaikan paling tinggi di IDXINDUST adalah VISI yang mengalami ARA (+24,9%) dan SINI (+8,4%). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Kafka D Eiren

1 thought on “Indeks Infrastruktur Tertekan 1,21%, BREN dan TLKM Merosot Saat IHSG Turun 0,38%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *