BAJA Cari Dana Rp450 Miliar Lewat Rights Issue untuk Bayar Utang

RollingStock.ID – PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengincar dana Rp450 miliar melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) alias rights issue, namun hampir seluruh perolehan dana akan dimanfaatkan untuk membayar utang kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel.
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan Jumat (18/9), BAJA menawarkan 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per lembar. Setiap pemegang dua saham lama berhak memperoleh satu HMETD untuk membeli satu saham baru, sehingga total nilai emisi mencapai Rp450 miliar.
Manajemen BAJA mengungkapkan, sebesar Rp445,337 miliar dari dana tersebut akan digunakan untuk membayar seluruh utang pokok dan bunga BAJA kepada Sarana Steel. Dengan demikian, porsi dana yang benar-benar tersedia untuk kebutuhan modal kerja relatif kecil dibandingkan dengan total dana yang dihimpun dari investor.
Sekadar informasi, utang kepada Sarana Steel tersebut berasal dari pinjaman pada 2011 senilai USD20,6 juta. Pinjaman ini digunakan BAJA untuk melunasi kewajiban kepada Bank Sarasin-Rabo (Asia) sebesar USD5,186 juta, serta Bank Credit Suisse sebesar USD1,014 juta dan USD14,4 juta.
Apabila mengacu pada Perjanjian Penyelesaian Utang pada 19 Februari 2026, saldo kewajiban BAJA kepada Sarana Steel mencapai Rp445,34 miliar. Jumlah ini terdiri atas pokok utang Rp317,57 miliar dan bunga Rp127,77 miliar. Adapun nilai bunga Rp127,77 miliar atau setara 40,23 persen dari pokok utang Rp317,57 miliar.
Setelah pembayaran kewajiban kepada Sarana Steel, maka dana rights issue yang tersisa akan dimanfaatkan untuk tambahan modal kerja BAJA, termasuk kebutuhan pembelian bahan baku. Per 31 Maret 2026, total liabilitas BAJA mencapai Rp659,93 miliar, sedangkan ekuitas hanya Rp10,88 miliar. Perseroan juga masih menderita rugi periode berjalan sebesar Rp10,53 miliar pada Kuartal I-2026.
Pada dasarnya, skema rights issue ini digunakan untuk menyelesaikan utang melalui mekanisme kompensasi. Sarana Steel sebagai pembeli siaga dapat mengambil saham baru dengan kewajiban penyetoran yang dikompensasikan dengan piutang atau hak tagih kepada BAJA, tetapi kompensasi ini cuma berlaku untuk pokok utang dan tidak mencakup bunga.
Selain utang kepada Sarana Steel, per 31 Maret 2026, BAJA juga berutang kepada PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar Rp75,69 miliar. Dalam periode tiga bulan pertama di 2026, BAJA tercatat membayar Rp43 miliar untuk fasilitas pinjaman tersebut dan mencatat beban bunga sebesar Rp1,06 miliar. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary