BBCA Prediksi Pertumbuhan Kredit 2026 Dekati 10%, Dividen Interim Kembali Dibagi Desember

RollingStock.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memprediksi, pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 akan mendekati 10 persen, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan berada sedikit di bawah pertumbuhan kredit. Kondisi ini diharapkan bisa menjaga rasio intermediasi (RIM) BCA pada level 81,7 persen hingga akhir tahun ini.
Menurut Direktur BCA, Vera Eve Lim saat pelaksanaan konferensi pers Public Expose Live 2026, Rabu (9/9), posisi loan to deposit ratio (LDR) BBCA per Semester I-2026 sebesar 78 persen, sedangkan RIM berada di level 81,7 persen. Dia menyebutkan, kedua rasio ini bisa saja bergerak sedikit meningkat atau menurun, namun rata-ratanya tetap berada di kisaran tersebut.
“Kalau kita lihat LDR BCA hari ini itu selalu di kisaran 78 persen. Kalau kita lihat RIM BCA, rasio intermediasi, kami ada di kisaran 81,7 persen. Kadang sedikit turun, kadang sedikit meningkat. Jadi rata-ratanya di kisaran itu,” ucap Vera sembari menegaskan bahwa proyeksi pertumbuhan kredit BBCA sejalan dengan kondisi likuiditas perseroan yang tetap solid.
“Kita prediksikan akhir tahun ini pertumbuhan kredit mendekati 10 persen. Pertumbuhan dana lebih kurang di kisaran yang sedikit lebih rendah,” imbuhnya. Dengan pertumbuhan dana yang diperkirakan sedikit lebih rendah dari pertumbuhan kredit, BBCA berharap RIM secara full year di 2026 tetap terjaga di posisi 81,7 persen atau bisa sedikit membaik dibandingkan setahun sebelumnya.
Berdasarkan keterangan resmi BBCA dalam meteri Public Expose, total penyaluran kredit konsolidasi per Juni 2026 mencapai Rp1.035,6 triliun alias bertumbuh 8 persen secara tahunan dan sebesar 4,3 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan ini terutama ditopang kredit korporasi yang melejit 13,6 persen (year-on-year) menjadi Rp513,4 triliun. Kredit komersial bertumbuh 7,2 persen menjadi Rp153,9 triliun, sedangkan kredit UKM meningkat 6 persen menjadi Rp134,6 triliun.
Pada segmen korporasi, pertumbuhan kredit ditopang oleh akselerasi kredit investasi. Baki debet kredit investasi tercatat meningkat 21 persen (y-o-y) dan sebesar 10 persen (year-to-date), sedangkan kredit modal kerja bertumbuh 6 persen (y-o-y). Fasilitas kredit investasi juga meningkat 18 persen (y-o-y) menjadi Rp345 triliun pada Juni 2026, dengan tingkat utilisasi mencapai 82 persen.
Dari sisi pendanaan, BBCA membukukan DPK sebesar Rp1.284,1 triliun pada Juni 2026 atau bertumbuh 7,9 persen (y-o-y). Dana murah (CASA) tercatat mencapai Rp1.082,3 triliun alias meningkat 10,2 persen (y-o-y). Adapun kontribusi CASA terhadap total funding juga meningkat menjadi 85,2 persen dari 83,4 persen pada Juni 2025.
Sementara itu, LDR BBCA pada Juni 2026 tercatat 78,7 persen, dibandingkan 78 persen pada Juni 2025. Kualitas kredit juga terjaga, dengan rasio non-performing loan (NPL) bruto sebesar 1,9 persen atau membaik dari 2,2 persen pada periode yang sama di 2025. Adapun rasio loan at risk (LAR) juga menurun menjadi 4,9 persen dari 5,7 persen.
Lebih lanjut Vera mengungkapkan, BBCA berencana kembali membagikan dividen interim pada Desember 2026. Rencana ini merupakan bagian dari kebijakan pembagian dividen interim secara kuartalan yang mulai diterapkan perseroan pada tahun ini. Sebelumnya, BBCA membagikan dividen interim sebesar Rp20 per saham atau setara Rp2,46 triliun pada Juni 2026.
Selanjutnya, perseroan menetapkan dividen interim sebesar Rp25 per saham atau mencapai Rp3,07 triliun. Dividen ini memiliki waktu cum date pada 28 Agustus 2026, ex date 31 Agustus 2026 dan pendistribusiannya dijadwalkan pada 16 September 2026.
Vera mengatakan, setelah pembayaran dividen interim pada Juni dan September, BBCA akan kembali membagikan dividen interim pada Desember 2026, namun tanggal pembayaran untuk dividen Desember belum ditentukan. “Jadi bulan Juni terima dividen interim, lalu September dan nanti Desember tanggalnya kita belum tentukan,” tuturnya.
Berikutnya, pada Maret 2027 perseroan juga akan membagikan dividen final Tahun Buku 2026. “Nanti bulan Maret itu sudah full year, pembagian dividen setelah RUPS (Tahunan). Jadi setiap kuartal akan terima dividen dari BCA,” imbuh Vera. Sekadar informasi, BBCA telah membagikan dividen final untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp281 per saham atau sebesar Rp34,53 triliun, yang pembayarannya sudah dilakukan pada 8 April 2026. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary