BMRI dan BBRI Jadi Sasaran Jual Asing, Net Sell di Pasar Reguler Capai Rp1,42 Triliun

RollingStock.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) Rp1,42 triliun di pasar reguler pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,2 persen ke level 6.298, dengan BMRI dan BBRI menjadi dua saham yang paling banyak dijual asing.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, nilai pembelian investor asing di pasar reguler sebesar Rp2,48 triliun, sedangkan penjualan yang dilakukan asing mencapai Rp3,9 triliun. Dengan demikian, sepanjang perdagangan kemarin terjadi net foreign sell di pasar reguler senilai Rp1,42 triliun.
Adapun ASII menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp24,4 miliar. Selanjutnya, MEDC mencatat nilai pembelian bersih investor asing sebesar Rp20,4 miliar dan COIN senilai Rp20,1 miliar. Sebaliknya, BMRI menjadi saham dengan net foreign sell terbesar Rp531,9 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp141,1 miliar dan TLKM senilai Rp84,6 miliar.
Untuk perdagangan di pasar negosiasi, investor asing mencatat nilai pembelian sebesar Rp962,3 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp1,03 triliun. Alhasil, pada perdagangan kemarin tercatat investor asing membukukan net foreign sell di pasar negosiasi senilai Rp71,8 miliar.
BBRI menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar nego, yakni mencapai Rp7,9 miliar, disusul STAR sebesar Rp1,2 miliar dan PWON senilai Rp1,1 miliar. Sementara itu, net foreign sell terbesar di pasar nego dialami CASA yang mencapai Rp52,7 miliar, kemudian diikuti NSSS sebesar Rp16,9 miliar dan MKPI senilai Rp10,6 miliar.
Pada perdagangan di seluruh pasar (all market), asing membukukan pembelian Rp3,44 triliun dan penjualan mencapai Rp4,93 triliun, sehingga terjadi net foreign sell Rp1,49 triliun. Tiga saham dengan net foreign buy terbesar di seluruh pasar adalah ASII mencapai Rp24,4 miliar, MEDC Rp21,3 miliar dan COIN Rp20,1 miliar. Sedangkan net foreign sell terbesar terjadi pada BMRI mencapai Rp531,9 miliar, BBRI Rp133,2 miliar dan TLKM senilai Rp84,6 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary