Utilisasi Fasilitas Hematologi Cuma 0,3%, PRDL Alihkan Sebagian Dana Hasil IPO

RollingStock.ID – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mengubah rencana penggunaan sebagian dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO), setelah tingkat utilisasi fasilitas produksi hematologi perseroan relatif rendah, yakni hanya sebesar 0,3 persen.
Mengutip isi surat PRDL kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini (23/9), perseroan mengalihkan dana Rp2,5 miliar atau sebesar 3,98 persen dari total dana bersih IPO yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mesin produksi hematologi otomatis menjadi belanja modal (capex) guna pengadaan Air Handling Unit (AHU) pada ruang produksi kering.
Manajemen PRDL mengaku, rendahnya utilisasi membuat kebutuhan terhadap Automatic System by Robotic and Manual Pallet Dispensing belum menjadi prioritas dalam kondisi operasional saat ini. Dengan kapasitas yang tersedia, kebutuhan produksi hematologi bisa dipenuhi menggunakan fasilitas yang ada tanpa penambahan sistem otomatis.
Adapun total dana bersih IPO PRDL mencapai Rp57,7 miliar. Sebelum perubahan, dana ini dialokasikan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sebesar Rp35,67 miliar, capex sebesar Rp16,305 miliar dan modal kerja senilai Rp5,72 miliar.
Sementara itu, kebutuhan AHU muncul setelah penyusunan Prospektus IPO PRDL. Manajemen menyatakan, tambahan fasilitas tersebut diperlukan untuk menjaga pengendalian suhu dan kelembaban ruang produksi kering, sekaligus mendukung rencana pengembangan produk baru.
Perubahan penggunaan dana tersebut membuat posisi aset lancar PRDL lebih rendah Rp2,5 miliar, sedangkan aset tidak lancar meningkat dengan nilai yang sama. Adapun total aset, liabilitas dan ekuitas tidak mengalami perubahan. Meski demikian, PRDL mengaku, perubahan itu tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary