HOKI Dihantui Potensi Penarikan 4 Merek Beras, Pemerintah Temukan Masalah Keamanan Produk

RollingStock.ID – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menghadapi potensi penarikan empat produk beras khusus, setelah pemerintah memperoleh temuan terkait ketentuan keamanan, mutu, label dan gizi pangan pada produk-produk tersebut.
Mengutip keterangan manajemen HOKI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 17 September 2026, perseroan mengonfirmasi bahwa empat produk yang disebut dalam pemberitaan, yakni Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal dan HOKI Gohan merupakan produk beras khusus yang diperkaya dengan dua vitamin dan diproduksi, serta dipasarkan oleh perseroan.
Menurut Direktur HOKI, Muliati dalam keterangan perseroan kepada BEI, produk-produk tersebut menjadi objek pengawasan instansi pemerintah. Dia menyatakan, perseroan menghormati hasil pengawasan dan proses tindak lanjut yang dilakukan pemerintah, serta akan memproses tindak lanjut yang diperlukan sesuai prosedur pemeriksaan.
Lebih lanjut Muliati menyebutkan, HOKI telah menerima surat dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. Surat tersebut menyampaikan adanya temuan terkait ketentuan keamanan, mutu, label dan/atau gizi pangan atas empat produk perseroan tersebut.
Muliati mengaku, persoalan tersebut berpotensi memiliki dampak negatif terhadap pendapatan dan kegiatan operasional HOKI, apabila dilakukan penghentian penjualan dan penarikan produk. Manajemen HOKI menyatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut atas dampak yang mungkin timbul terhadap kegiatan usaha perseroan.
Pada sisi lain, HOKI sedang melakukan inventarisasi terhadap produk yang berada pada unit penanganan atau gudang, distributor, agen, ritel dan media pemasaran elektronik milik pihak ketiga sesuai dengan arahan instansi pemerintah terkait. Manajemen menyatakan bahwa belum dapat mengestimasi nilai keseluruhan potensi biaya atau kewajiban yang mungkin timbul.
Adapun potensi tersebut mencakup biaya penarikan produk, penurunan nilai persediaan, pengembalian barang, provisi, tuntutan atau kewajiban lain yang dapat berdampak material terhadap kondisi keuangan HOKI. Jika terdapat dampak keuangan yang bersifat material, HOKI berkomitmen untuk melakukan pencatatan dan pengakuan sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Muliati mengaku, HOKI telah menjadi objek pengawasan instansi pemerintah terkait dalam rangka pengawasan beras fortifikasi dan/atau beras dengan klaim gizi. Dia menyampaikan, perseroan menghormati kewenangan instansi pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan, serta berkomitmen bekerja sama dalam proses tersebut. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary