IDXENERGY Paling Tertekan, BYAN Anjlok 7,81% Saat IHSG Melorot di Sesi I

ilustrasi
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak bergerak melemah pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (22/9), seiring dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melorot 1,11 persen ke level 6.313.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penurunan terdalam terjadi pada indeks sektor energi (IDXENERGY) yang anjlok 2,21 persen. Tekanan ini terutama terlihat pada saham BYAN yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp403 triliun. Harga saham BYAN terpantau anjlok 7,81 persen ke level 12.100.

Selain BYAN, DSSA sebagai pemilik market cap terbesar di IDXENERGY senilai Rp192 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 2,44 persen ke level 1.000. Sementara itu, saham yang mencatatkan koreksi paling dalam di sektor energi adalah TCPI (-8,68%) dan berikutnya diikuti BYAN (-7,81%).

Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) melemah 1,67 persen, terutama tertekan ASII dan IMPC sebagai pemilik market cap besar di sektor ini. ASII dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor industri senilai Rp194 triliun, mencatatkan pelemahan harga saham sebesar 0,41 persen ke level 4.800.

Kemudian, IMPC dengan kapitalisasi pasar senilai Rp86,7 triliun, harga sahamnya melorot 3,07 persen ke level 1.580. Dua saham di IDXINDUST yang mencatatkan penurunan harga paling dalam terjadi pada PIPA (-9,2%) dan GPSO (-8,5%).

Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terperosok 1,35 persen, terutama disebabkan tekanan dari saham MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun. Adapun harga saham MPRO tercatat melemah 0,83 persen ke level 12.000.

Sementara itu, PANI sebagai pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp90,9 triliun, harga sahamnya melorot 3,38 persen ke level 5.000. Saham di indeks sektor properti dan real estat yang mangalami koreksi paling signifikan, yakni BBSS (-13,7%) dan TRIN (-11,5%).

Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) di Sesi I tersungkur 1,19 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham GDST (-9,4%) dan IFSH (-9,4%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 1,08 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham COCO (-8,4%) dan BTEK (-8,3%).

Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau merosot 1 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham SOHO (-6,4%) dan PYFA (-4,2%). Kemudian, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menurun 0,83 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham ACST yang mengalami ARB (-9,7%) dan CENT (-5,5%).

Adapun indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat melemah 0,79 persen. Namun demikian, BBCA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp762 triliun, harga sahamnya berbalik menguat 0,4 persen ke level 6.250.

Sebaliknya, BBRI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor keuangan senilai Rp486 triliun, harga sahamnya melorot 1,82 persen ke level 3.240. BMRI yang memiliki market cap sebesar Rp387 triliun, harga sahamnya melemah 0,24 persen ke level 4.190. Dua saham di IDXFINANCE yang mencatatkan koreksi terdalam adalah LIFE (-9,4%) dan MAYA (-4,8%).

Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,77 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham SAFE (-8,1%) dan MITI (-5,5%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,69 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada CASH (-8,3%) dan UVCR (-8%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menurun 0,12 persen, dengan pelamahan terbesar pada LUCY yang mengalami ARB (-9,9%) dan MAPB (-9,2%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDXENERGY Paling Tertekan, BYAN Anjlok 7,81% Saat IHSG Melorot di Sesi I”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *