IDXFINANCE Anjlok 1,16 Persen, BBCA dan BBRI Jadi Pemberat Saat IHSG Sesi I Turun 0,76%

RollingStock.ID – Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (15/9) Sesi I, yakni anjlok 1,16 persen. Pelemahan indeks sektor keuangan turut tercermin dari penurunan saham BBCA dan BBRI di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 0,76 persen ke level 6.484.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, IDXFINANCE tercatat melorot 1,16 persen. BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp787 triliun, harga sahamnya menurun 0,77 persen ke 6.450. Sementara itu, BBRI dengan market cap terbesar kedua di sektor keuangan senilai Rp499 triliun, harga sahamnya merosot 2,06 persen ke 3.330. Adapun saham yang mengalami koreksi terdalam adalah CASA (-5,5%) dan MASB (-4,8%).
Setelah IDXFINANCE, indeks sektor industri (IDXINDUST) mencatat penurunan sebesar 1 persen. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp199 triliun, harga sahamnya melemah 1 persen ke 4.930. UNTR dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp98,1 triliun, mengalami penurunan harga saham 0,38 persen ke 26.300. Dua saham yang mencatatkan pelemahan terbesar yakni, FOLK (-8,1%) dan IMPC (-4,1%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melemah 0,64 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham RIGS (-14,4%) dan BYAN (-5,9%). Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terperosok 0,43 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham PEVE (-3,2%) dan DGNS (-2,2%).
Selanjutnya adalah indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mengalami penurunan 0,41 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham BMSR (-5,5%) dan IFSH (-4,7%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,24 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada UDNG yang mengalami ARB (-10%) dan BTEK (-7,7%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,21 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham SMRA (-6%) dan KBAG (-4,5%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) terkoreksi 0,16 persen, dengan pelemahan terbesar pada SAPX yang mengalami ARB (-14,9%) dan MITI (-4,5%). Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun tipis 0,02 persen, dengan penurunan terdalam pada saham ELIT (-3,7%) dan JATI (-3,2%).
Berbeda dengan mayoritas indeks sektoral lainnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) berhasil menguat tipis 0,03 persen. Penguatan ini menjadikan indeks sektor infrastruktur sebagai indeks sektoral dengan kinerja positif kedua terbaik pada perdagangan Sesi I. Kenaikan harga saham paling tajam terjadi pada ACST (+5,8%) dan DGIK (+5,2%).
Posisi teratas ditempati indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC), yang menguat 1 persen sekaligus menjadi indeks sektoral dengan kinerja terbaik di antara 11 indeks sektoral. Penguatan IDXCYCLIC ditopang antara lain oleh saham VKTR dan MAPI.
VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di indeks sektor barang konsumen non-primer senilai Rp33,9 triliun, harga sahamnya menguat 1,31 persen ke level 775. Sementara itu, MAPI yang memiliki market cap Rp23,4 triliun mencatat lonjakan harga saham sebesar 6,79 persen ke level 1.415. Adapun dua saham di sektor ini mengalami peningkatan harga tertinggi adalah DOOH yang mencatatkan ARA (+9,9%) dan IDEA juga mengalami ARA (+9,4%). (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXFINANCE Anjlok 1,16 Persen, BBCA dan BBRI Jadi Pemberat Saat IHSG Sesi I Turun 0,76%”