IDXINDUST Jadi Sektor Paling Tertekan, ASII dan UNTR Merosot Saat IHSG Anjlok 1,13%

ihsg
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9), dengan melemah 1,56 persen. Pelemahan ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,13 persen ke level 6.461.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, pelemahan IDXINDUST tercermin dari pergerakan saham ASII dan UNTR. ASII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp197 triliun, harga sahamnya menurun 1,81 persen ke level 4.890.

Sementara itu, UNTR yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp97,3 triliun, sahamnya terkoreksi 1,14 persen ke level 26.100. Adapun saham di sektor ini yang mengalami penurunan paling dalam adalah FOLK (-9,5%) dan IMPC (-5,8%).

Setelah IDXINDUST, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatat penurunan 1,36 persen. Pelemahan sektor ini tercermin dari saham BBCA yang melorot 1,54 persen ke level 6.400. BBCA merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXFINANCE maupun BEI, yakni mencapai Rp781 triliun.

Saham BBRI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di indeks sektor keuangan senilai Rp498 triliun, juga mengalami penurunan harga saham sebesar 2,35 persen ke level 3.320. Saham yang mencatatkan pelemahan paling besar di sektor ini, yaitu CASA (-5,5%) dan MASB (-4,5%).

Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melorot 1,27 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham RIGS (-10,1%) dan TCPI (-9,2%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) merosot 1,03 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham SMRA (-13,3%) dan GMTD (-7,1%).

Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,89 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham SAPX yang mengalami ARB (-14,9%) dan TAXI (-6,2%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,73 persen, dengan pelemahan terbesar pada saham BMSR (-9,5%) dan IFSH (-6,5%).

Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,69 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham UDNG yang mengalami ARB (-10%) dan LAPD (-9,7%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,37 persen, dengan penurunan paling dalam pada saham JATI (-4,8%) dan ELIT (-4,4%).

Di sisi lain, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) tercatat menguat tipis 0,05 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada DOOH yang mencatatkan ARA (+9,9%) dan IDEA juga mengalami ARA (+9,4%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,17 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham CENT (+6,7%) dan DGIK (+6%).

Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatat penguatan paling tinggi di antara 11 indeks sektoral, yakni mencapai 0,24 persen. Kinerja sektor ini terutama ditopang saham KLBF yang memiliki market cap Rp36 triliun. Harga saham KLBF terpantau melejit 4,8 persen ke level 770.

Selain KLBF, SOHO sebagai konstituen IDXHEALT dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp19,7 triliun, harga sahamnya menguat 1,3 persen ke level 1.555. Adapun saham di sektor ini yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah PYFA (4,9%) dan KLBF (4,8%). Namun, SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp167 triliun, harga sahamnya justru melemah 2,14 persen ke level 13.700. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *