IDXINDUST Anjlok 7,56% Tertekan ASII-UNTR Sepekan, Saham Big Caps Berguguran

RollingStock.ID – Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam selama sepekan terakhir hingga penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (25/9), yakni anjlok 7,56 persen. Pelemahan tersebut terjadi ketika saham berkapitalisasi besar seperti ASII dan UNTR juga terkoreksi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 3,1 persen ke level 6.241.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINDUST tercatat anjlok 7,56 persen dalam sepekan, terutama tertekan ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp189 triliun yang harga sahamnya melorot 2,7 persen ke level 4.690. Sementara itu, UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp90,3 triliun, harga sahamnya juga terpantau melorot 2,42 persen dalam sepekan ke level 24.225.
Tekanan berikutnya terjadi pada indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang terperosok 5,14 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp408 triliun, mencatatkan penurunan harga saham mencapai 4,09 persen ke level 3.050. TLKM dengan market cap terbesar kedua senilai Rp238 triliun, bahkan harga sahamnya tercatat anjlok 5,86 persen ke level 2.410.
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) tersungkur 4,55 persen dalam sepekan. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di indeks ini senilai Rp120 triliun, justru harga sahamnya menguat 3,64 persen ke 12.100. Namun sebaliknya, PANI dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp88 triliun, harga sahamnya anjlok 8,25 persen ke 4.840. Sementara itu, IMPC sebagai emiten pemilik market cap terbesar ketiga di IDXPROPERT senilai Rp20,4 triliun, harga sahamnya melemah 0,69 persen ke level 21.525.
Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terkoreksi 4,51 persen. ICBP sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp77,5 triliun, harga sahamnya merosot 3,62 persen ke level 6.650. Lalu diikuti HMSP yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXNONCYC senilai Rp73,8 triliun, juga mengalami penurunan harga saham hingga sebesar 2,31 persen ke level 635.
Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 3,84 persen dalam sepekan terakhir. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp471 triliun, harga sahamnya menurun 1,96 persen ke level Rp198.000. Sementara itu, MLPT dengan market cap sebagai Rp47,1 triliun, mengalami penurunan harga saham yang paling dalam, yakni ambles 17,62 persen ke posisi 1.005.
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melorot 3,58 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp159 triliun, harga sahamnya masih mampu menguat 0,78 persen ke level 13.000. Sebaliknya, KLBF sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp34,4 triliun, harga sahamnya merosot 3,29 persen dalam sepekan ke level 735. Lalu SILO dengan market cap terbesar ketiga di sektor ini senilai Rp25,2 triliun, harga sahamnya melemah 0,77 persen ke 1.945.
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami penurunan 3,56 persen dalam sepekan terakhir. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor energi senilai Rp403 triliun, harga sahamnya ambles 12,48 persen ke level 12.100. Kemudian, DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp203 triliun, mencatatkan penurunan harga saham sebesar 0,47 persen ke level 1.055.
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melemah 3,47 persen. GIAA yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp22,7 triliun, harga sahamnya anjlok 9,68 persen ke level 56. TMAS dengan market cap terbesar kedua senilai Rp7,64 triliun, mencatatkan koreksi harga saham dalam sepekan terakhir sebesar 6,94 persen ke level 134.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melorot 3,43 persen dalam sepekan. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor keuangan senilai Rp762 triliun, harga sahamnya merosot 0,79 persen ke level 6.250. Sementara itu, BBRI), dengan market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp472 triliun, harga sahamnya anjlok 4,83 persen dalam sepekan ke level 3.150.
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) tercatat merosot 2,84 persen. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp342 triliun, harga sahamnya justru menguat 0,85 persen dalam sepekan terakhir ke level 4.720. Sebaliknya, TPIA dengan market cap terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp155 triliun, harga sahamnya menurun 1,91 persen ke level 1.800.
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) mencatat pelemahan paling terbatas dalam sepekan terakhir, yakni hanya 0,14 persen. VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp34,1 triliun, harga sahamnya melemah 0,64 persen ke level 780. Lalu diikuti MAPA yang memiliki market cap Rp18,5 triliun yang mengalami penurunan harga saham sebesar 5,8 persen ke level 650. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary