Semua Indeks Sektoral Tertekan, ASII, BREN, BYAN dan DCII Melemah Saat IHSG Drop, Marak Saham ARB

RollingStock.ID – Seluruh indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau melemah pada penutupan perdagangan Jumat (25/9). Penurunan terdalam terjadi pada indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) yang anjlok 2,52 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 0,9 persen ke level 6.241.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINDUST menjadi sektor dengan pelemahan paling besar. ASII sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp189 triliun, harga sahamnya merosot 1,68 persen ke level 6.690.
Sementara itu, IMPC sebagai konstituen IDXINDUST yang memiliki market cap Rp77,6 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 2,36 persen ke level 1.415. Adapun saham-saham di sektor perindustrian yang mencatatkan penurunan paling dalam terjadi pada CTTH yang mengalami ARB (-15%) dan PTMP juga tercatat ARB (-14,8%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau anjlok 2,22 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp408 triliun, harga sahamnya merosot 1,61 persen ke 3.050. Lalu MORA yang memiliki market cap Rp228 triliun, harga sahamnya anjlok 4,2 persen ke 4.790. Dua saham di sektor ini yang mengalami pelemahan terbesar adalah KOKA yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan KRYA juga ARB (-14,5%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melorot 1,85 persen. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp22,7 triliun, harga sahamnya terkoreksi 5,08 persen ke level 56. TMAS yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp7,64 triliun juga melorot 4,29 persen ke 134. Saham yang mencatatkan koreksi paling dalam di sektor ini, yaitu SAFE yang mengalami ARB (-14,4%) dan AKSI (-12,3%).
Berikutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 1,73 persen. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp471 triliun, harga sahamnya merosot 1,49 persen ke 198.000. Kemudian MLPT yang memiliki market cap Rp47,1 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 2,43 persen ke 1.005. Saham di IDXTECHNO yang melemah paling tajam adalah KIOS yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan IRSX juga ARB (-14,6%)
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) juga tercatat menurun 1,37 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham NASI yang mengalami ARB (-15%) dan STRK juga ARB (-14,5%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) merosot 1,26 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham RODA yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan TRIN mengalami ARB (-14,7%).
Kemudian, indeks sektor energi (IDXENERGY) terkoreksi sedalam 1,18 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp403 triliun, harga sahamnya melorot 2,22 persen ke 12.100. Lalu DSSA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp203 triliun, harga sahamnya anjlok 3,21 persen ke level 1.055. Dua saham di IDXENERGY yang menurun terdalam adalah IATA (-11,7%) dan FIRE (-10%).
Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) melemah 1,03 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham NATO yang mengalami ARB (-14,9%) dan MSKY juga ARB (-14,5%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menurun 0,97 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada KKES yang mencatatkan ARB (-14,5%) dan YPAS (-14,4%).
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,77 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham LABS yang mengalami ARB (-14,2%) dan HALO (-10,1%). Adapun indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatatkan pelemahan terbatas sebesar 0,45 persen, dengan koreksi harga saham yang paling dalam terjadi pada DEFI yang mengalami ARB (-14,4%) dan LPPS juga ARB (-14,1%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “Semua Indeks Sektoral Tertekan, ASII, BREN, BYAN dan DCII Melemah Saat IHSG Drop, Marak Saham ARB”