IDXINDUST Tertekan di Sesi I, ASII dan IMPC Merosot Saat IHSG Melemah 0,55%

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sejumlah indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau melemah pada perdagangan Jumat (25/9) Sesi I. Penurunan terdalam terjadi pada indeks sektor industri (IDXINDUST) yang anjlok 2,07 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,55 persen ke level 6.263.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINDUST menjadi sektor dengan penurunan paling dalam pada perdagangan Sesi I. Pelemahan ini turut dipengaruhi oleh pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp190 triliun, harga sahamnya merosot 1,26 persen ke level 4.710.

Sementara itu, IMPC sebagai konstituen IDXINDUST dengan memiliki market cap Rp79,3 triliun mengalami koreksi harga saham sebesar 2,36 persen ke level 1.445. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling dalam terjadi pada PTMP yang mengalami ARB (-14,8%) dan NTBK (-13,9%).

Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau melemah 1,32 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp412 triliun, harga sahamnya menurun 0,65 persen ke 3.080. TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua, yakni Rp236 triliun, harga sahamnya merosot 0,83 persen ke 2.390. Dua saham di IDXINFRA yang mencatatkan koreksi terdalam adalah KRYA yang mengalami ARB (-14,5%) dan KBLV (-11,2%).

Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) juga tertekan dengan penurunan 1,02 persen. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp116 triliun, harga sahamnya melorot 2,91 persen ke 11.675. Lalu, PANI dengan market cap terbesar kedua senilai Rp89,4 triliun, harga sahamnya menurun 0,81 persen level 4.920. Saham-saham di sektor ini yang mengalami pelemahan terbesar, yaitu RODA yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan TRIN juga ARB (-14,7%).

Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) melorot 0,62 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham SAFE yang mengalami ARB (-14,4%) dan SAPX (-8,7%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga melorot 0,62 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada LABS (-13,1%) dan PYFA (-6,3%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terkoreksi 0,57 persen, dengan pelemahan terbesar pada NASI yang mencatatkan ARB (-15%) dan STRK (-12,9%).

Kemudian, indeks sektor energi (IDXENERGY) menurun 0,55 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham IATA (-9,7%) dan RGAS (-7,7%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) juga menurun 0,55 persen, dengan koreksi terdalam pada saham SLIS yang mengalami ARB (-14,6%) dan MSKY juga mencatatkan ARB (-14,5%).

Lalu, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,41 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham KKES yang mengalami ARB (-14,5%) dan YPAS (-13,6%). Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah terbatas 0,4 persen saat penutupan perdagangan Sesi I, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham PADI (-13,8%) dan DEFI (-13,5%).

Berbeda dengan mayoritas indeks sektoral, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya dari 11 indeks yang bergerak menguat. Penguatan ini antara lain ditopang BELI sebagai pemilik market cap Rp40,6 triliun yang harga sahamnya melejit 5,71 persen ke 296. Selain itu, CYBR dengan market cap Rp6,87 triliun, harga sahamnya menguat 2 persen ke 510. Dua saham di IDXTECHNO yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah UVCR (+7,9%) dan diikuti oleh BELI. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

1 thought on “IDXINDUST Tertekan di Sesi I, ASII dan IMPC Merosot Saat IHSG Melemah 0,55%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *