IDXPROPERT Melonjak 2,31%, Indeks Tekno Merosot 1,34% di Saat IHSG Naik ke 6.118

Patung Banteng Wulung – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektor properti (IDXPROPERT) memimpin penguatan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (5/10/2026), dengan kenaikan 2,31 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melejit 1,36 persen ke level 6.118.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXPROPERT ditutup melonjak 2,31 persen, meskipun MPRO sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, harga sahamnya stagnan di level 12.000. Namun demikian, PANI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp84,7 triliun, harga sahamnya melonjak 8,37 persen ke level 4.660.

Sementara itu, CBDK sebagai konstituen di IDXPROPERT dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp19,8 triliun mengalami kenaikan harga saham mencapai 6,06 persen ke level 3.500. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan paling besar terjadi pada ROCK yang mampu maraih ARA (+25%) dan REAL (+15,8%).

Berikutnya, indeks sektor dasar (IDXBASIC) melompat 2,07 persen. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp305 triliun, harga sahamnya justru melemah 0,71 persen ke level 4.210. Tetapi, TPIA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp149 triliun, harga sahamnya menguat 1,47 persen ke level 1.725.

Bahkan, BRPT sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXBASIC senilai Rp139 triliun, berhasil mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 4,58 persen ke 1.485. Dua saham di sektor ini yang mengalami kenaikan kenaikan harga tertinggi, yakni PPRI yang meraih ARA (+34,8%) dan KKES juga mencatatkan ARA (+34,6%).

Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau melejit 2 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham BALI yang mengalami ARA (+24,8%) dan ARKO (+9,8%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 1,82 persen, dengan kenaikan harga saham paling tajam terjadi pada MBSS (+21,2%) dan AIMS (+16,2%).

Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) juga terpantau menguat 1,82 persen, dengan penguatan harga paling besar terjadi pada saham AKKU yang mengalami ARA (+35%) dan BLTZ juga mencatatkan ARA (+25%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 1,77 persen, dengan kenaikan harga saham tertinggi pada MITI yang mencatatkan ARA (+25%) dan SAPX (+10,1%)

Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) tercatat melejit 1,72 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada PRDL (+8,7%) dan JECX (+8%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,27 persen, dengan penguatan paling signifikan pada saham MUTU (+14,3%) dan ICON (+8%).

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) meningkat 0,93 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham AGAR yang mengalami ARA (+24,8%) dan PCAR (+20,3%). Lalu, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat terbatas 0,64 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada ASMI (+19%) dan BEKS (+15,4%).

Berbeda dengan sektor lainnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang melemah, yakni melorot 1,34 persen. DCII sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXTECHNO senilai Rp463 triliun, harga sahamnya anjlok 3,14 persen ke level 194.600. Kemudian, MLPT sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp44 triliun mengalami koreksi harga saham sebesar 0,53 persen ke level 940.

Sementara itu, saham GOTO sebagai konstituen IDXTECHNO dengan kapitalisasi pasar senilai Rp33 triliun, harga sahamnya merosot 3,33 persen ke level 29. Adapun dua saham di sektor ini yang mengalami penurunan harga paling dalam terjadi pada MPIX (-16,7%) dan KREN (-14,3%). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *