IDXTECHNO Anjlok 4,1%, GOTO ARB ke Level 43; IDXENERGY dan IDXINDUST Menguat

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penurunan paling dalam pada penutupan Sesi I perdagangan Senin (28/9), yakni anjlok 4,1 persen. Pelemahan indeks teknoligi terutama tercermin dari GOTO yang tersungkur 14 persen ke level 43 atau menyentuh batas auto-rejection bawah (ARB).

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO menjadi salah satu dari delapan indeks sektoral yang bergerak di zona merah pada Sesi I, terutama dipengaruhi GOTO yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor ini senilai Rp49 triliun. Saham GOTO anjlok 14 persen ke level 43 dan menyentuh batas ARB, setelah hari ini BEI memberlakukan aturan batas minimum saham Rp1 per lembar.

Sementara itu, DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXTECHNO senilai sekitar Rp471 triliun, harga sahamnya terpantau stagnan di level 198.000. Saham BELI sebagai salah satu konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap Rp35,9 triliun, harga sahamnya melorot 2,96 persen ke level 262. Saham yang mencatatkan koreksi terdalam adalah IOTF yang mengalami ARB (-14,5%) dan diikuti GOTO (-14%).

Berikutnya, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melorot 2,71 persen. MGLV sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor ini senilai Rp27,7 triliun, harga sahamnya menurun 2,67 persen ke level 14.575. Adapun VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXCYCLIC senilai Rp34,1 triliun, harga sahamnya stagnan di level 780.

Saham MAPI yang merupakan pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXCYCLIC senilai Rp24,4 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 2,32 persen ke level 1.475. Saham-saham yang mencatatkan pelemahan paling besar di sektor ini, yaitu FORU yang mengalami ARB (-15%) dan SHID juga mencatatkan ARB (-14,9%).

Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau merosot 1,62 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham WEGE yang mengalami ARB (-14%) dan juga mencatatkan ARB (-13,2%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 1,56 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada KKES yang mencatatkan ARB (-14,1%) dan APAC juga ARB (-14%).

Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 1,31 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham TRUE yang mengalami ARB (-15%) dan BIPP juga mencatatkan ARB (-14,7%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melorot 1,13 persen, dengan penurunan terdalam pada saham LPPS yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan LIFE juga ARB (-14,8%).

Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menurun 0,73 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham RSGK (-4,8%) dan PRDL (-4,5%). Lalu, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terpantau melemah 0,54 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham ENZO yang mengalami ARB (-14,7%) dan MBTO juga ARB (-14,6%).

Pada sisi lain, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat menguat 0,25 persen, dengan peningkatan harga saham paling tinggi terjadi pada BLTA (+31,3%) dan TAXI (+21,4%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 0,64 persen, terutama didukung ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor perindustrian senilai Rp190 triliun yang harga sahamnya menguat 0,43 persen ke level 4.710.

Anak usaha ASII, yakni UNTR yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp91,6 triliun, pergerakan sahamnya turut menopang sektornya. Harga UNTR pada penutupan Sesi I tercatat melejit 1,44 persen ke level 24.575. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan harga terbesar, yaitu SOSS (+20,2%) dan IKAI (+15%).

Sementara itu, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks dengan penguatan paling tinggi di antara 11 indeks sektoral, yakni meningkat 0,7 persen. Penguatan ini khususnya didukung kenaikan BYAN sebagai pemilik market cap Rp206 triliun, yang harga sahamnya menguat 1,42 persen ke level 1.070.

Selain itu, AADI sebagai konstituen IDXENERGY dengan market cap Rp91,4 triliun, harga sahamnya melonjak 4,44 persen ke level 11.750. Adapun saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga palinggi tinggi di sektor ini, antara lain adalah TAMU yang mengalami ARA (+34,6%) dan SEMA (+17,4%).

Dengan demikian, dari 11 indeks sektoral tersebut, terdapat delapan indeks berakhir melemah dan tiga indeks menguat. Pergerakan indeks sektoral tersebut berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,97 persen ke level 6.181 pada penutupan perdagangan BEI Senin (28/9) Sesi I. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *