IDXTECHNO Jadi Indeks Sektoral Paling Tertekan di Saat IHSG Anjlok 1,51% ke 6.147

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan Senin (28/9), yakni anjlok 4,46 persen. Pelemahan ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan dengan penurunan 1,51 persen ke level 6.147.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO menjadi sektor dengan pelemahan terdalam dibandingkan 10 indeks sektoral lainnya. Tekanan terutama tercermin dari pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi. GOTO sebagain emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp49 triliun, harga sahamnya anjlok 14 persen ke level 43 atau menyentuh batas auto-rejection bawah (ARB).
Sementara itu, DCII yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXTECHNO senilai Rp471 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di level 198.000. MLPT sebagai emiten pemilik market cap terbesar ketiga di sektor teknologi senilai Rp45,2 triliun, harga sahamnya melorot 3,98 persen ke level 965. Adapun saham yang mencatatkan koreksi terdalam di sektor ini adalah TRON yang mengalami ARB (-14,8%) dan IOTF juga ARB (-14,5%).
Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) terpantau anjlok 3,33 persen. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp328 triliun, harga sahamnya melorot 4,03 persen ke 4.530. TPIA sebagai emiten dengan market market cap terbesar kedua senilai Rp149 triliun, harga sahamnya terperosok 4,17 persen ke 1.725. Penurunan harga saham yang paling dalam di sektor ini, yaitu KKES yang mencatatkan ARB (-14,1% dan EPAC juga ARB (-14%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) tersungkur 3,04 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham FORU yang mencatatkan ARB (-15%) dan MGNA juga ARB (-14,9%). Lalu, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melorot 2,33 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham WEGE yang mengalami ARB (-14%) dan KRYA juga ARB (-13,2%).
Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 1,6 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham TRUE yang mencatatkan ARB (-15%) dan BIPP juga ARB (-14,7%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) merosot 1,2 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada LIFE yang mengalami ARB (-14,8%) dan PNBS juga ARB (-14%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,98 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham ENZO yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan MBTO juga ARB (-14,6%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menurun 0,66 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada SURI (-7,4%) dan PRDL (-5%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,33 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada PTMP yang mengalami ARB (-13,5%) dan VISI (-10,1%).
Di tengah mayoritas indeks sektoral yang melemah, indeks sektor energi (IDXENERGY) masih mampu mencatatkan penguatan tipis 0,04 persen. Pada sektor ini, saham-saham yang membukukan kenaikan paling tinggi adalah TAMU yang mengalami ARA (+34,6%) dan SEMA juga mencatatkan ARA (+25%).
Sementara itu, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menjadi indeks sektoral dengan penguatan paling tinggi, yakni meningkat 0,47 persen. GIAA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp22,7 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di level 56. Namun HATM sebagai pemilik market cap Rp5,17 triliun, harga sahamnya berhasil menguat 0,91 persen ke level 555.
Adapun BIRD sebagai konstituen IDXTRANS dengan kapitalisasi pasar senilai Rp3,94 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,32 persen ke level 1.575. Dua saham di sektor ini yang membukukan peningkatan harga paling besar adalah BLTA yang mencatatkan ARA (+34,4%) dan MIRA juga ARA (+33,3%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXTECHNO Jadi Indeks Sektoral Paling Tertekan di Saat IHSG Anjlok 1,51% ke 6.147”