IDXTECHNO Menguat 2,44% di Sesi I, Disusul IDXPROPERT Saat IHSG Menanjak 0,82%

RollingStock.ID – Sebanyak 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat pada penutupan Sesi I perdagangan Rabu (14/10). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,44 persen, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu menanjak 0,82 persen ke level 5.974.
Berdasarkan data BEI, penguatan IDXTECHNO mencapai 2,44 persen ditopang BELI sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp43,9 triliun, yang harga sahamnya melambung 13,48 persen ke level 320. Namun, DCII yang memiliki market cap terbesar di indeks sektor teknologi senilai Rp460 triliun, harga sahamnya justru melemah 0,12 persen ke level 193.025.
Adapun MLPT sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXTECHNO senilai Rp43,8 triliun, mengalami peningkatan harga saham sebesar 0,54 persen ke level 935. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan harga paling tinggi terjadi pada TRON (+26,7%), lalu diikuti BELI dan PGJO yang mencatatkan ARA (+9,8%).
Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau melonjak 2,12 persen. MPRO sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini Rp119 triliun, harga sahamnya tercatat tetap stagnan di level 12.000. Tetapi, PANI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp94,5 triliun, harga sahamnya tercatat melonjak 9,24 persen ke level 5.200.
Sementara itu, CBDK yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXPROPERT senilai Rp21,5 triliun, harga sahamnya melejit 7,95 persen ke level 3.800. Dua saham di indeks sektor properti dan real estat yang membukukan peningkatan harga paling besar adalah ROCK (+13,7) dan REAL (+11,4)
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) melejit 1,37 persen, dengan penguatan harga saham terbesar terjadi pada CTTH (+6,1%) dan SINI (+5,1%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) meningkat 1,29 persen, dengan peningkatan harga paling signifikan terjadi pada saham ALDO (+12,9%) dan BRPT (+11,8%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan kenaikan 0,82 persen, dengan peningkatan harga saham tertinggi terjadi pada SICO (+7%) dan TAMU (+4%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,73 persen, dengan penguatan harga paling besar terjadi pada saham KBLV (+10,2%) dan MANG (+8,3%).
Kemudian diikuti indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menguat 0,69 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada RCCC yang mengalami ARA (+9,1%) dan SAFE (+8,7%). Lalu, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) meningkat 0,31 persen, dengan peningkatan harga saham tertinggi terjadi pada STRK (+13,3%) dan EURO (+8,9%).
Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) mengalami kenaikan 0,24 persen, dengan penguatan harga saham terbesar terjadi pada SONA yang mengalami ARA (+25%) dan BLTZ juga mencatatkan ARA (+24,9%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) meningkat 0,07 persen, dengan kenaiak harga saham paling tajam terjadi pada RSGK (+6,9%) dan PYFA (+4,5%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatatkan kenaikan paling rendah di antara 11 indeks sektoral, yakni 0,03 persen. BBCA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini maupun BEI senilai Rp738 triliun, harga sahamnya melejit 1,68 persen ke level 6.050. Adapun BBRI dengan market cap terbesar kedua senilai Rp465 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 0,65 persen ke level 3.100.
Lalu, BMRI sebagai emiten yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXFINANCE senilai Rp370 triliun, harga sahamnya mengalami penguatan 0,5 persen ke level 4.010. Dua saham di indeks sektor keuangan yang mencatatkan kenaikan harga paling tinggi adalah ASBI (+7,9%) dan POLA (+5,6%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXTECHNO Menguat 2,44% di Sesi I, Disusul IDXPROPERT Saat IHSG Menanjak 0,82%”