IDXTECHNO Pimpin Penguatan Indeks Sektoral, BELI Melonjak 11,35% Saat IHSG Naik ke %.943

RollingStock.ID – Sebanyak delapan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/10). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,76 persen, seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,29 persen ke level 5.943.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penguatan IDXTECHNO mencapai 2,76 persen memimpin penguatan indeks sektoral. BELI sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor ini senilai Rp43,9 triliun, harga sahamnya melonjak 11,35 persen ke level 314. Namun, DCII dengan market cap terbesar di sektor teknologi senilai Rp460 triliun, harga sahamnya justru terkoreksi 0,12 persen ke level 193.025.
Adapun GOTO sebagai konstituen IDXTECHNO dengan kapitalisasi pasar senilai Rp31,9 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,7 persen ke level 28. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan harga paling tinggi adalah TRON yang mengalami ARA (+34,7%) dan PGJO juga meraih ARA (+9,8%).
Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,78 persen. Sayangnya, hari ini MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini seniali Rp119 triliun, kembali tidak mengalami perubahan harga atau tertahan di level 12.000. Sementara itu, PANI sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp92,7 triliun, harga sahamnya melejit 7,14 persen ke level 5.100.
CBDK yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di indeks sektor properti dan real estat senilai Rp21,4 triliun, mengalami lonjakan harga saham sebesar 7,39 persen ke level 3.780. Tiga saham di sektor ini yang mengalami peningkatan harga paling signifikan, yakni ROCK (+17,3%) yang kemudian diikuti CBDK dan PANI.
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) meningkat 0,41 persen, dengan kenaikan harga paling tajam terjadi pada saham TCID (+6,1%) dan AALI (+5,5%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) ditutup menguat 0,37 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada KUAS (+2,3%) dan SINI (+2,1%).
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami kenaikan 0,29 persen, dengan peningkatan harga saham paling tinggi terjadi pada RSGK (+6,9%) dan PEVE (+5,6%). Lalu diikuti indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menguat 0,22 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham SAFE (+10,5%) dan MPXL (+9%).
Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat meningkat 0,06 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada BEKS (+6,5%) dan STAR (+6,5%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat tipis 0,05 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham ALDO (+11,8%) dan BRPT (+9,2%).
Sebaliknya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau menurun 0,19 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham PBSA (-9%) dan BREN (-4,5%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) merosot 0,59 persen, dengan pelemahan paling signifikan terjadi pada saham ATLA (-10,7%) dan GTBO (-8,7%).
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menjadi indeks sektoral dengan kinerja terburuk, yakni melorot 0,72 persen. Namun demikian, MAPI sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp25,9 triliun, harga sahamnya berhasil melonjak 8,68 persen ke level 1.565. Sedangkan, MGLV sebagai pemilik maket cap terbesar kedua senilai Rp24,7 triliun, mencatatkan koreksi harga saham sebesar 1,14 persen ke level 13.000.
Lalu, FORU sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXCYCLIC senilai Rp22,2 triliun, harga sahamnya tercatat anjlok 6,43 persen ke level 131. Dua saham di sektor ini yang mengalami penurunan harga paling dalam adalah VKTR (-12,3%) dan PLAN (-7,2%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary