IDXTRANS dan IDXHEALTH Pimpin Penguatan Sektoral, IHSG Naik 0,94% Sepekan

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) memimpin penguatan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan perdagangan 5-9 Oktober 2026 dengan kenaikan 5,85 persen, disusul indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang menguat 3,6 persen. Sejalan dengan penguatan seluruh indeks sektoral, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94 persen ke level 6.093 pada Jumat (9/10).

Berdasarkan data penutupan perdagangan BEI pada Jumat (9/10), selama sepekan terakhir IDXTRANS tercatat melonjak 5,85 persen. Saham GIAA dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp21,1 triliun, harga sahamnya melejit 4 persen dalam sepekan ke level 52. Sementara itu, TMAS yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp7,3 triliun, mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 8,47 persen ke level 134.

Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melompat 3,6 persen dalam sepekan terakhir. SRAJ sebagai emiten pemilik market cap terbesar di indeks ini senilai Rp159 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di level 13.000. Namun, KLBF dengan market cap terbesar kedua senilai Rp36,7 triliun, harga sahamnya melonjak 8,28 persen ke 785. MIKA sebagai konstituen di IDXHEALTH dengan market cap Rp24,2 triliun, harga saham melejit 4,49 persen ke level 1.745.

Berikutnya, indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) menguat 2,13 persen. AMMN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp319 triliun, harga sahamnya melonjak 4,01 persen ke level 4.410. Sebaliknya, TPIA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp144 triliun, mengalami koreksi harga saham 1,47 persen ke 1.675. Sementara itu, EMAS sebagai anggota IDXBASIC dengan kapitalisasi pasar Rp119 triliun, harga sahamnya melonjak 5,19 persen ke level 8.100.

Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) tercatat menguat 1,34 persen dalam lima Hari Bursa terakhir. ICBP yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp81 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 2,96 persen ke level 6.950. Lalu, HMSP sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp73,8 triliun, harga sahamnya melejit 3,25 persen ke posisi 635.

Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau menguat 1,15 persen. DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp475 triliun, harga sahamnya justru tercatat melemah 0,71 persen ke level 199.475. Sebaliknya, BELI sebagai konstituen di indeks sektor teknologi dengan market cap Rp40,3 triliun, harga sahamnya melonjak 13,95 persen ke level 1.745.

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 1,13 persen dalam sepekan. BREN sebagai pemilik market cap terbesar di indeks ini senilai Rp361 triliun, harga sahamnya malah tercatat anjlok 4,59 persen ke 2.700. Di sisi lain, MORA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp238 triliun, harga sahamnya melambung 11,88 persen ke 4.990. Lalu, TLKM dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp229 triliun, harga sahamnya meningkat 3,11 persen ke level 2.320.

Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,09 persen. MPRO sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di posisi 12.100. Sementara itu, PANI yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di indeks sektor properti senilai Rp84,3 triliun, mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 7,91 persen ke level 4.640.

Indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami kenaikan 0,76 persen selama sepekan terakhir. BYAN yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp392 triliun, harga sahamnya tercatat meningkat 0,21 persen ke level 11.775. Adapun saham AADI sebagai anggota indeks sektor energi dengan market cap senilai Rp91,8 triliun, harga sahamnya menguat 2,16 persen ke level 11.800.

Lalu dalam sepekan terakhir, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) tercatat menguat 0,55 persen. VKTR sebagai emiten pemilik market cap terbesar di indeks ini senilai Rp28,2 triliun, harga sahamnya justru anjlok 22,75 persen ke level 645. Tetapi sebaliknya, MAPI sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp25,7 triliun, harga sahamnya melejit 4,38 persen ke level 1.550.

Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatat kenaikan 0,31 persen. BBCA sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp738 triliun, harga sahamnya terpantau melemah 0,82 persen ke 6.050. Sementara itu, BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp465 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,65 persen ke Rp3.100. Adapun BMRI dengan market cap Rp373 triliun, harga sahamnya meningkat 0,25 persen ke Rp4.040.

Adapun indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) mencatat kenaikan tipis 0,13 persen. ASII sebagai pemilik market cap senilai Rp195 triliun, harga sahamnya melejit 4,1 persen ke 4.820. Sebaliknya, UNTR dengan market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp92,5 triliun, mengalami koreksi harga saham 4,62 persen ke Rp24.800. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *