IDXBASIC Topang Penguatan IHSG di Akhir Pekan, Sektor Properti Berakhir di Zona Merah

RollingStock.ID – Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) memimpin penguatan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat (9/10), dengan kenaikan 1,67 persen ke level 1.676. Sebaliknya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi satu-satunya indeks yang melemah di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,04 persen ke level 6.093.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penguatan IDXBASIC sebesar 1,67 persen terutama didukung saham AMMN yang melonjak 4,01 persen ke level 4.410. Saat ini AMMN tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di indeks sektor bahan baku, yakni mencapai Rp319 triliun.
Selain AMMN, saham TPIA dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXBASIC senilai Rp144 triliun, harga sahamnya menguat 0,3 persen ke level 1.675. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan paling tinggi di alami DAAZ (+14,2%) dan PACK yang mencatatkan ARA (+9,9%).
Berikutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,52 persen pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini. ASII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di indeks ini senilai Rp195 triliun, harga sahamnya naik 0,42 persen ke level 4.820.
Adapun saham UNTR yang menempati posisi kedua berdasarkan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp92,5 triliun, harga sahamnya terpantau menguat 1,85 persen ke level 24.800. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan paling signifikan adalah SOSS yang mengalami ARA (+25%) dan IKAI (+8,7%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) membukukan kenaikan 1,15 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada PBSA (+9,6%) dan MANG (+5,6%). Kemudian, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 1,08 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham SAFE (+12,7%) dan LOPI yang mencatatkan ARA (+8,9%).
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 1,02 persen, dengan peningkatan harga saham paling tinggi terjadi pada STRK yang mengalami ARA (+33,9%) dan PCAR (+13,9%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) bertumbuh 0,86 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham TFCO yang mencatatkan ARA (+24,8%) dan BIKE juga tercatat ARA (+24,8%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) meningkat 0,79 persen, dengan penguatan terbesar pada LIFE yang mengalami ARA (+19,9%) dan BABP (+10,7%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) naik 0,71 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada TCPI yang mencatatkan ARA (+25%) dan SEMA (+17,7%).
Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,69 persen, dengan peningkatan paling tajam terjadi pada DKHH (+8%) dan MEDS (+5,1%). Lalu diikuti indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang mencatatkan kenaikan 0,6 persen, dengan penguatan harga saham terbesar pada AREA (+6,1%) dan NINE (+4,9%).
Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,16 persen. MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp119 triliun, harga sahamnya terpantau stagnan di level 12.000. Namun, MKPI sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp19,7 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 0,36 persen ke level 20.875.
Selain itu, CBDK sebagai konstituen di IDXPROPERT dengan nilai kapitalisasi pasar Rp19,5 triliun, harga sahamnya tercatat merosot 0,29 persen ke level 3.440. Dua saham di indeks sektor properti yang mengalami penurunan harga paling dalam terjadi pada TRIN yang mencatatkan ARB (-14,3%) dan TRUE (-10,3%). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary