Indeks Energi Anjlok 1,38%, IDXINDUST Ikut Tertekan Saat IHSG Melemah di Sesi I

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas berakhir melemah pada penutupan Sesi I perdagangan Rabu (7/10), sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menurun 0,55 persen ke level 6.158.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks dengan penurunan paling dalam, yakni mencapai 1,38 persen. BYAN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp420 triliun, harga sahamnya melorot 6,32 persen ke level 12.600.
Sementara itu, DSSA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp218 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 2,58 persen ke level 1.135. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling dalam adalah BYAN dan diikuti MBSS (-4,5%).
Berikutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melorot 1,33 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp193 triliun, harga sahamnya menurun 0,83 persen ke level 4.780.
Adapun UNTR dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp94 triliun, mencatatkan penurunan harga saham sebesar 2,98 persen ke level 25.225. Dua saham di sektor perindustrian yang mengalami pelemahan harga terbesar, yakni HYGN (-4,2%) dan SOSS (-3,5%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 0,92 persen, dengan pelemahan harga saham paling tajam terjadi pada GMTD (-7,7%) dan PPRO (-5%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau menurun 0,91 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham BALI (-4,2%) dan ASLI (-4%).
Selanjutnya, Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah 0,79 persen, dengan penurunan harga saham paling signifikan terjadi pada GGRP (-3,7%) dan AYLS (-3%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,66 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham MTMH (-3%) dan PYFA (-2,6%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) merosot 0,42 persen, dengan penurunan terbesar dialami saham TAXI yang mengalami ARB (-12,5%) dan MIRA (-3,8%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menurun 0,4 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham KDTN (-9,9%) dan MDIA (-9,2%).
Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) tercatat melemah 0,34 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham KREN (-5,6%) dan ELIT (-4,1%). Sementara itu, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun tipis 0,08 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham TGUK yang mengalami ARB (-10%) dan BTEK (-7,1%).
Berbeda dengan sektor lainnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang mencatatkan penguatan, yakni meningkat 0,21 persen. Namun, BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp741 triliun, harga sahamnya justru terpantau melemah 0,41 persen ke level 6.075.
Sebaliknya, BBRI sebagai pemilk market cap senilai Rp471 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,96 persen ke level 3.140. Lalu, BMRI yang merupakan emiten dengan market cap terbesar ketiga di IDXFINANCE senilai Rp379 triliun, harga sahamnya meningkat 0,24 persen ke level 4.110. Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini adalah ASMI (+12,1%) dan BBKP (+9,5%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “Indeks Energi Anjlok 1,38%, IDXINDUST Ikut Tertekan Saat IHSG Melemah di Sesi I”