IDXENERGY Anjlok 1,57%, BYAN dan DSSA Tertekan Saat IHSG Jatuh ke Level 6.146

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu (7/10), dengan indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks yang mengalami penurunan paling dalam. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,75 persen ke level 6.146.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXENERGY tercatat anjlok 1,57 persen, terutama dipengaruhi harga saham BYAN yang melorot 6,69 persen ke level 12.550. Saham emiten milik pengusaha Low Tuck Kwong ini memiliki kapitalisasi pasar terbesar di indeks sektor energi, yakni mencapai Rp418 triliun.
Sementara itu, DSSA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp217 triliun, harga sahamnya tercatat merosot 3 persen ke level 1.130. Adapun saham-saham di sektor energi yang mengalami penurunan paling dalam juga terjadi pada BYAN dan diikuti UNIQ (-6,5%).
Berikutnya, indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) terpantau melorot 1,21 persen. VKTR yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp29,3 triliun, harga sahamnya menurun 0,74 persen ke 670. Lalu, MGLV dengan market cap Rp25,3 triliun mengalami koreksi harga saham sebesar 4,49 persen ke 13.300. Dua saham di IDXCYCLIC yang melemah paling tajam adalah MDIA (-9,2%) dan KDTN (-7,6%).
Pada perdagangan hari ini, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) merosot 1,15 persen, dengan pelemahan paling signifikan terjadi pada saham INTD (-10,9%) dan TALF (-3,8%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 1,12 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham FOLK (-5,3%) dan BACH (-3,8%).
Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,87 persen, dengan penurunan harga saham paling besar terjadi pada TAXI (-6,2%) dan BLTA (-5,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terkoreksi 0,85 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham ASLI (-7,2%) dan BALI (-5,8%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,7 persen, dengan koreksi harga saham yang paling dalam terjadi pada UANG (-13,2%) dan ROCK (-11,1%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun 0,49 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham ELIT (-7,6%) dan WIFI (-3,4%).
Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terkoreksi 0,37 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham AGAR (-10,1%) dan TGUK yang mengalami ARB (-10%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) berakhir melemah 0,07 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada PRIM (-2,3%) dan PRDL (-1,7%).
Di tengah tekanan mayoritas indeks sektoral, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi satu-satunya indeks yang berakhir menguat, yakni mengalami kenaikan tipis 0,02 persen. Namun, BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp738 triliun, harga sahamnya justru tercatat merosot 0,82 persen ke level 6.050.
Sebaliknya, BBRI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp471 triliun, harga sahamnya menguat 0,96 persen ke 3.140. Lalu, DNET dengan market cap Rp141 triliun mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 0,25 persen ke level 9.975. Dua saham di sektor keuangan yang meraih kenaikan harga tertinggi adalah ASMI yang mengalami ARA (+33,3%) dan BBKP (+4,8%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXENERGY Anjlok 1,57%, BYAN dan DSSA Tertekan Saat IHSG Jatuh ke Level 6.146”