Indeks Sektor Teknologi Melambung 3,74%, BELI Catat ARA di Saat IHSG Turun 0,06% ke 6.595

Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan kinerja paling positif pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/9), dengan menguat 3,74 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.595.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penguatan IDXTECHNO ditopang antara lain oleh saham DCII sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp476 triliun, yang harga sahamnya terpantau menguat 4,08 persen ke level 200.050.

Selain itu DCII, saham BELI sebagai salah satu konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap senilai Rp55,7 triliun, harga sahamnya melambung 24,54 persen hingga mencatatkan auto-rejection atas (ARA) di level 406. Adapun dua saham di IDXTECHNO yang mengalami kenaikan paling tinggi juga terjadi pada BELI dan diikuti PGJO yang mencatatkan ARA (+9,8%).

Setelah indeks sektor teknologi, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mengalami kenaikan 0,63 persen. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor keuangan maupun BEI senilai Rp814 triliun, harga sahamnya naik 1,14 persen ke level 6.675. BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp508 triliun, harga sahamnya menguat 0,3 persen ke level 3.390. Dua saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini adalah BSIM (+11,8%) dan PEGE (+6,9%).

Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menguat 0,53 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham NATO yang mengalami ARA (+25%) dan PTSP juga ARA (24,7%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 0,35 persen, dengan kenaikan tertinggi pada SAPX yang mengalami ARA (+25%) dan TNCA (+13,9%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 0,22 persen, dengan peningkatan terbesar pada BWPT (+21,1%) dan SSMS (+21%).

Pada sisi lain, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah 0,23 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham SAME (-4,2%) dan KLBF (-2,6%). Selanjutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terkoreksi 0,39 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham NZIA (-6,1%) dan BAPI (-5,3%).

Indeks sektor energi (IDXENERGY) juga berada di zona merah atau menurun 0,63 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada RGAS yang mengalami ARB (-14,8%) dan ADRO (-4,7%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) melemah 0,81 persen, dengan penurunan terdalam pada saham ASGR (-4,8%) dan ASII (-1,6%). Tekanan lebih dalam terjadi pada indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang melemah 0,95 persen, dengan pelemahan terbesar pada TAMA (-6,4%) dan SMKM (-6,3%).

Adapun indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam, yakni sebesar 1,34 persen. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp309 triliun, harga sahamnya merosot 2,06 persen ke level 4.270. BRPT yang merupakan konstituen IDXBASIC dengan market cap Rp170 triliun, harga sahamnya melemah 0,55 persen ke level 1.820. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling tajam adalah INCO (-4,6%) dan EMAS (-3,4%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “Indeks Sektor Teknologi Melambung 3,74%, BELI Catat ARA di Saat IHSG Turun 0,06% ke 6.595”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *