Indeks Transportasi Pimpin Penguatan Sektoral, IDXTECHNO Jadi Sektor Terlemah Saat IHSG Naik 1,09%

RollingStock.ID – Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) memimpin penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (3/9), dengan kenaikan 2,45 persen. Penguatan ini sejalan dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup meningkat 1,09 persen ke level 6.667.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, penguatan IDXTRANS didukung GIAA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sekor ini senilai Rp28,4 triliun, yang harga sahamnya menguat 6,06 persen ke level 70. TMAS dengan market cap terbesar kedua senilai Rp8,15 triliun, harga sahamnya meningkat 2,88 persen ke level 143. Dua saham di IDXTRANS yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah TRUK yang mencatatkan ARA (+25%) dan IMJS (+17,2%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) menguat 1,89 persen, terutama ditopang ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp204 triliun, yang harga sahamnya melonjak 4,34 persen ke 5.050. UNTR dengan market cap terbesar kedua senilai Rp93,4 triliun, sahamnya naik 1 persen ke level 25.300. Adapun saham yang meraih kenaikan paling tinggi di IDXINDUST adalah HOPE (+22,1%) dan SINI (+15,3%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 1,62 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham WMPP yang mengalami ARA (+10%) dan CPIN (+8,3%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) meningkat 1,47 persen, dengan kenaikan tertinggi pada MINE (+12,7%) dan NICE (+10,7%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) naik 1,4 persen, dengan penguatan terbesar pada UANG yang mengalami ARA (+24,9%) dan CBPE (+16%).
Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami peningkatan 1,36 persen, terutama ditopang BYAN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp460 triliun, yang sahamnya menguat 0,91 persen ke 13.825. Lalu diikuti DSSA sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp228 triliun, harga sahamnya melompat 1,72 persen ke level 1.185. Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di IDXENERGY, yakni IATA (+12,2%) dan FIRE (+7,6%).
Kemudian, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau meningkat 0,85 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham MPOW (+6,1%) dan HADE (+5,9%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 0,81 persen, khususnya ditopang kenaikan harga saham BBCA sebesar 1,5 persen ke level 6.775 dan BBRI naik 0,59 persen ke 3.410. Saham di IDXFINANCE yang mencatatkan peningkatan harga saham terbesar adalah VRNA yang mengalami ARA (+33,8%) dan NICK juga ARA (+24,8%).
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menguat 0,41 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham FORU yang mencatatkan ARA (+24,8%) dan GRPH (+24%). Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah tipis 0,02 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham SRAJ (-4,6%) dan MTMH (-1,5%).
Adapun indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi sektor dengan kinerja terlemah alias merosot 1,63 persen. Namun, DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp479 triliun, harga sahamnya masih mampu menguat 0,47 persen ke level 201.000. Sebaliknya, MLPT sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp57,4 triliun, sahamnya terkoreksi 2,78 persen ke level 1.225. Dua saham di sektor ini yang menurun paling tajam adalah BELI (-11,8%) dan WGSH (-5,3%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “Indeks Transportasi Pimpin Penguatan Sektoral, IDXTECHNO Jadi Sektor Terlemah Saat IHSG Naik 1,09%”