RATU Rencanakan Private Placement Rp1,63 Triliun di Tengah Ekspansi Hulu Migas

RollingStock.ID – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) maksimal 271,51 juta saham untuk menghimpun dana sebesar Rp1,63 triliun, di tengah rangkaian pembiayaan yang sebelumnya telah disiapkan perseroan untuk memperkuat bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas).
Berdasarkan keterangan resmi RATU yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (3/9/26), emiten milik pengusaha Happy Hapsoro ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 271.505.380 saham baru atau maksimal 10 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Aksi korporasi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham independen melalui RUPS-LB yang dijadwalkan pada 8 September 2026.
Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp6.000 per saham, maka dana yang akan diperoleh RATU mencapai Rp1,63 triliun atau setara USD90,82 juta dengan asumsi kurs Rp17.937 per dolar AS. Harga pelaksanaan tersebut nantinya mengacu pada ketentuan BEI, dengan batas minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 Hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum permohonan pencatatan saham baru disampaikan kepada BEI.
Manajemen RATU mengungkapkan, dana hasil private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam menangkap peluang pengembangan usaha dan ekspansi. Dana ini bisa dialokasikan untuk modal kerja maupun pengembangan kegiatan usaha RATU dan grup, termasuk pembelian aset, pembelian saham, pemberian pinjaman, serta bentuk transaksi lainnya pada perusahaan di industri yang selaras.
Rencana penggalangan dana tersebut menjadi bagian dari rangkaian langkah pendanaan RATU dalam mengembangkan bisnis hulu migas. Sebelumnya, melalui entitas anak PT Raharja Energi Madura (REM), RATU memperoleh fasilitas pinjaman bilateral sebesar USD109,2 juta dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk membiayai akuisisi seluruh saham SMS Development Limited. Akuisisi ini akan memberikan REM secara tidak langsung participating interest sebesar 20 persen pada Production Sharing Contract (PSC) Selat Madura yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited.
Selain itu, pada Juli 2026, emiten di bawah kendali PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini juga menyiapkan fasilitas pembiayaan dengan total maksimal Rp1,05 triliun kepada tiga anak usaha melalui skema akad mudharabah. Pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja operasional di sektor hulu migas, termasuk pembayaran cash call kegiatan operasional Blok Jabung.
Dengan demikian, PMT-HMETD yang direncanakan kali ini memberikan RATU alternatif sumber pendanaan baru di luar fasilitas pinjaman dan pembiayaan yang telah disiapkan sebelumnya. Manajemen RATU menyampaikan, aksi korporasi berupa private placement ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha dan ekspansi perseroan.
Manajemen RATU berharap, pelaksanaan PMT-HMETD ini bisa meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus menyediakan dana tambahan untuk pengembangan kegiatan usaha dan memperkuat struktur permodalan. Sementara itu, hingga hari ini belum terdapat calon investor yang menyatakan niatnya atas saham baru yang akan diterbitkan RATU melalui mekanisme private placement. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
1 thought on “RATU Rencanakan Private Placement Rp1,63 Triliun di Tengah Ekspansi Hulu Migas”