DOOH Arahkan Holding ke Ekosistem AI, Buka Peluang Akuisisi dan Aksi Korporasi

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH/SSPACE) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengarahkan pengembangan usahanya sebagai holding company untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI), dengan membuka peluang ekspansi non-organik melalui penyertaan dan akuisisi, serta merencanakan sejumlah aksi korporasi pendukung.

Berdasarkan keterangan resmi DOOH yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (3/9/2026), arah tersebut menjadi bagian dari strategi baru perseroan setelah masuknya PT Sinergi Internasional Investama (SII) sebagai pengendali baru. Manajemen menyebutkan, masuknya SII sebagai pivot point pengembangan DOOH, dengan akses ke ekosistem Grup SII dan arah baru menuju AI ecosystem.

Dalam arah pengembangan usaha tersebut, manajemen DOOH menegaskan bahwa perseroan akan menjadi holding company dengan anak-anak usaha yang sesuai dengan visi dan misi baru. Lima pilar yang dikembangkan mencakup data center AI, high speed internet, fiber optic, submarine cable dan green energy melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Lebih lanjut manajemen DOOH mengungkapkan, pengembangan bisnis akan dilakukan melalui jalur organik dan non-organik. Secara organik, perseroan akan mengembangkan usaha dan aset yang dimiliki, serta melakukan sinergi komersial dengan ekosistem Grup SII. Sementara itu secara non-organik, DOOH akan melakukan penyertaan dan akuisisi pada sejumlah perusahaan yang sejalan dengan lima pilar visi dan misi tersebut.

Selain itu, emiten pemilik brand SSPACE ini juga merencanakan sejumlah aksi korporasi untuk mendukung ekspansi, yang rinciannya akan diumumkan melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh rencana pengembangan tersebut tunduk pada kajian kelayakan, persetujuan korporasi yang dipersyaratkan dan peraturan yang berlaku.

Potensi Data Center AI

Manajemen DOOH memproyeksikan, kapasitas data center Indonesia akan bertumbuh 2,5 kali dalam lima tahun ke depan, lantaran didorong beban kerja AI dan hyperscaler. Pasar data center Indonesia disebut memiliki CAGR sebesar 19,9 persen pada periode 2025-2030, dengan nilai pasar yang diperkirakan meningkat dari USD1,83 miliar menjadi USD3,48 miliar.

Untuk pasar AI data center, manajemen DOOH menyebutkan bahwa Indonesia diproyeksikan bertumbuh enam kali menuju tahun 2035 dengan CAGR sekitar 17-20 persen. DOOH juga mencatat komitmen Microsoft sebesar USD1,7 miliar untuk cloud dan AI Indonesia, investasi USD2,3 miliar untuk kampus AI berkapasitas 144 MW, serta AI factory GPU senilai USD250 juta yang dikembangkan PT Indosat Tbk (ISAT) bersama NVIDIA dan telah beroperasi.

Lebih lanjut manajemen menyampaikan, penetrasi internet cepat rumah tangga baru sekitar 21 persen, dengan potensi pelanggan fixed broadband nasional pada tahun 2030 sebanyak 40 juta rumah tangga. Teknologi 5G FWA disebut memiliki CAGR sebesar 57 persen pada 2025-2030, sedangkan FTTH bertumbuh 10 persen per tahun. DOOH juga menempatkan submarine cable sebagai salah satu infrastruktur penting, seiring meningkatnya trafik AI dan cloud regional.

Untuk green energy, manajemen perseroan menyoroti program nasional PLTS 100 GWp yang diluncurkan pada 25 Agustus 2026. Nilai investasi program ini diperkirakan USD73 miliar atau Rp1.140 triliun, dengan 33 GW battery energy storage system (BESS) pada tahap awal.

Menajemen menyebutkan, per 30 Juni 2026 total aset perseroan tercatat Rp406,508 miliar atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp345,968 miliar. Adapun total ekuitas hingga akhir Semester I-2026 senilai Rp309,534 miliar atau lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2025 senilai Rp241,493 miliar.

Pendapatan DOOH pada Semester I-2026 tercatat Rp84,269 miliar atau mengalami pertumbuhan dibandingkan Semester I-2025 yang sebesar Rp73,485 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan di paruh pertama tahun ini sebesar Rp63,99 miliar alias melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama di 2025 senilai Rp6,63 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “DOOH Arahkan Holding ke Ekosistem AI, Buka Peluang Akuisisi dan Aksi Korporasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *