Kejatuhan BYAN dan DSSA Tekan Indeks Sektor Energi, IHSG Ambles 2,59% ke 5.936

RollingStock.ID – Indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan penurunan paling dalam di antara indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (12/10), yakni anjlok 5,89 persen. Tekanan besar juga terjadi pada indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 2,59 persen ke level 5.936.
Berdasarkan data BEI, seluruh 11 indeks sektoral berakhir di zona merah, dengan koreksi paling dalam terjadi pada IDXENERGY. BYAN yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di sektor energi senilai Rp376 triliun, harga sahamnya melorot 4,03 persen ke level 11.300. Lalu, DSSA sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp185 triliun, harga sahamnya nyungsep 14,6 persen ke level 965.
Sementara itu, AADI sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp91,1 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 0,85 persen ke level 11.700. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan pelemahan paling tajam terjadi pada MBSS yang mencatatkan ARB (-15%) dan CUAN juga ARB (-14,9%) dan PTRO juga ARB (-14,9%).
Selanjutnya, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) terpantau ambles 5,21 persen. ASII yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp194 triliun, harga sahamnya melemah 0,21 persen ke level 4.810. Kemudian, UNTR sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp90,8 triliun, mencatatkan koreksi harga saham sebesar 1,81 persen ke level 24.350.
Adapun IMPC sebagai emiten yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp64,5 triliun, harga sahamnya anjlok 11,65 persen ke level 1.175. Tiga saham di sektor ini dengan penurunan harga paling dalam terjadi pada CCSI yang mengalami ARB (-15%), FOLK juga mencatatkan ARB (-14,5%) dan SINI (-13,3%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melorot 4,72 persen. Saham BREN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp319 triliun, harga sahamnya anjlok 11,48 persen ke level 2.390. TLKM dengan market cap terbesar kedua senilai Rp225 triliun, mengalami pelemahan harga saham sebesar 1,72 persen ke level 2.280.
Saham MORA sebagai konstituen IDXINFRA dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp220 triliun, harga sahamnya anjlok 7,62 persen ke level 4.610. Saham-saham di indeks sektor infrastruktur yang mencatatkan koreksi paling dalam, yakni ARKO (-13%) dan KETR (-12,4%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tersungkur 3,44 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham HELI yang mengalami ARB (-14,7%) dan SAFE juga mencatatkan ARB (-14,7%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terjerembab 2,97 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham PICO (-11,2%) dan BAJA (-10,6%).
Berikutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terperosok 2,89 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham KREN (-10,5%) dan GOTO yang mengalami ARB (-10%). Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) melorot 2,23 persen, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada saham MAPB yang mengalami ARB (-15%) dan KDTN juga mencatatkan ARB (-14,8%).
Adapun indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) terpantau merosot 1,34 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham TRIN yang mengalami ARB (-14,7%) dan TRUE (-11,5%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,98 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada ASMI yang mengalami ARB (-12,8%) dan AHAP (-10,3%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menurun 0,93 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham NASI yang mencatatkan ARB (-14,5%) dan COCO (-11%). Lalu Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatatkan penurunan terbatas sebesar 0,78 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham MEDS (-11%) dan PRDL (-6,3%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “Kejatuhan BYAN dan DSSA Tekan Indeks Sektor Energi, IHSG Ambles 2,59% ke 5.936”