Koreksi BREN Tekan IDXINFRA, BYAN Anjlok di Saat IHSG Melorot 0,88%

RollingStock.ID – Indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas bergerak melemah pada penutupan perdagangan Senin (21/9), saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 0,88 persen ke level 6.384. Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 1,38 persen, setelah saham BREN merosot 2,83 persen, sementara saham BYAN di sektor energi (IDXENERGY) anjlok 5,06 persen.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, pada perdagangan hari ini IDXINFRA terperosok 1,38 persen. BREN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp413 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 2,83 persen ke level 3.090.
Sementara itu, TLKM yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp247 triliun, harga sahamnya merosot 2,34 persen ke level 2.500. Saham yang mencatatkan penurunan paling dalam di indeks sektor infrastruktur adalah ACST yang mengalami ARB (-9,6%) dan KETR (-6%).
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,94 persen. ICBP sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp79,3 triliun, harga sahamnya menurun 1,45 persen ke 6.800. Adapun HMSP yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp75 triliun, harga sahamnya melemah 0,77 persen ke 645. Dua saham di IDXNONCYC yang mengalami koreksi terdalam, yakni JARR (-10,3%) dan VICI (-6,6%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melorot 0,93 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp437 triliun, harga sahamnya anjlok 5,06 persen ke level 13.125. Lalu, DSSA sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp197 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 3,3 persen ke 1.025. Saham di IDXENERGY yang mencatatkan pelemahan terbesar adalah GTBO (-6,8%) dan diikuti BYAN (-5,06%).
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terkoreksi 0,88 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham FPNI yang mengalami ARB (-10%) dan PACK yang mencatatkan ARB (-9,7%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) melemah 0,82 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada CCSI (-6,6%) dan MARK (-4,2%).
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menurun 0,45 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada FORU yang mengalami ARB (-15%) dan KICI juga mencatatkan ARB (-14,8%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,36 persen, dengan koreksi terdalam pada saham LIFE yang mengalami ARB (-9,8%) dan FUJI (-7%).
Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) tercatat melemah terbatas sebesar 0,1 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham PGJO (-4,5%) dan WIRG (-4,1%). Sementara itu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) bergerak stagnan, dengan saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi terjadi pada TRUE yang mengalami ARA (+34,3%) dan BBSS (+29,1%).
Sebaliknya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) teroantau menguat 0,21 persen, dengan peningkatan harga saham paling signifikan terjadi pada PRAY (+11,1%) dan SILO (+5,1%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) mencatatkan penguatan paling tinggi, yakni 0,55 persen. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor transportasi dan logistik senilai Rp25,6 triliun, harga sahamnya menguat 1,61 persen ke level 63.
Selain GIAA, TMAS yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di IDXTRANS senilai Rp8,38 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 2,08 persen ke posisi 147. Saham yang mencatatkan peningkatan harga paling tajam di sektor ini adalah HELI (+10,6%) dan TRUK yang mengalami ARA (+9,9%). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary