Saham Big Bank Topang IDXFINANCE Naik 0,55%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Turun 0,1%

bei5
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi indeks sektoral dengan kinerja terbaik pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9), dengan penguatan 0,55 persen. Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,1 persen ke level 6.534.

Berdasarkan data BEI, IDXFINANCE tercatat menguat 0,55 persen, terutama ditopang BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini maupun BEI senilai Rp793 triliun. Harga saham BBCA terpantau rebound atau melejit 2,77 persen ke level 6.500, usai di Sesi I sempat terperangkap di zona merah.

Selain itu, BBRI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp510 triliun, harga sahamnya juga rebound alias melompat 3,98 persen ke 3.400. Lalu, BMRI dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp410 triliun, harga sahamnya juga memantul ke zona hijau atau menguat 1,83 persen ke 4.440. Saham di indeks sektor keuangan yang mengalami kenaikan tertinggi adalah TRIM (+11,2%) dan VTNY (+8,3%).

Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) meningkat 0,45 persen, lantaran ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp201 triliun, harga sahamnya terpantau rebound atau menguat 1,43 persen ke 4.980. UNTR yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp98,4 triliun, harga sahamnya naik 0,38 persen ke 26.400. Dua saham di IDXINDUST yang mencatatkan peningkatan terbesar, yakni FOLK (+13%) dan CCSI (+12,7%).

Sementara itu, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami koreksi tipis 0,04 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham UDNG yang mencatatkan ARB (-9,2%) dan TGUK (-8,8%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,56 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada UANG (-6,9%) dan KOCI (-6,7%).

Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpersok 0,77 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham ELIT (-6,2%) dan KREN (-6,2%). Lalu, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) merosot 0,85 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham MITI (-7,7%) dan TRJA (-4,7%).

Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melorot 1,19 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham CSMI yang mengalami ARB (-10%) dan LUCY juga ARB (-9,8%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) tersungkur 1,41 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada EMAS (-12%) dan SQMI (-8,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terperosok 1,45 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham ASLI (-11,5%) dan ACST mengalami ARB (-9,6%).

Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melorot hingga 1,65 persen, terutama tertekan BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp370 triliun, yang harga sahamnya anjlok 10,12 persen ke 11.100. Lalu diikuti DSSA dengan market cap terbesar kedua di sektor energi senilai Rp206 triliun, harga sahamnya turun 2,73 persen ke 1.070. Saham di sektor ini yang mencatatkan koreksi terdalam juga ditempati BYAN dan disusul WINS (-8,9%).

Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam, yakni anjlok 2,95 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp171 triliun, harga sahamnya tersungkur 10,26 persen ke 14.000. SOHO yang memiliki market cap Rp19,4 triliun, harga sahamnya merosot 4,36 persen ke 1.535. Dua saham di IDXHEALTH yang menurun terdalam juga dicatatkan SRAJ dan diikuti MEDS (-4,7%). (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

1 thought on “Saham Big Bank Topang IDXFINANCE Naik 0,55%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Turun 0,1%”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *