Sesi I: IDXINFRA Tertekan, BREN dan TLKM Merosot Saat IHSG Turun 0,27%

RollingStock.ID – Indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (21/9) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,27 persen ke level 6.423. Sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatat penurunan paling dalam sebesar 0,4 persen, tertekan pelemahan saham BREN dan TLKM.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXINFRA tercatat menurun 0,4 persen hingga penutupan perdagangan di sesi pertama. BREN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp418 triliun, harga sahamnya melemah 1,57 persen ke level 3.130.
Sementara itu, TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp249 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 1,56 persen ke level 2.520. Adapun saham yang mencatatkan penurunan paling dalam di sektor ini adalah LINK (-6%) dan POWR (-3,9%).
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,38 persen. ICBP sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp79,8 triliun, harga sahamnya melemah 0,72 persen ke level 6.850. UNVR dengan market cap Rp61,9 triliun, juga tertekan 1,52 persen ke level 1.625. Dua saham yang mengalami koreksi terdalam yakni, MPPA (-4,9%) dan CAMP (-4,5%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau merosot 0,19 persen. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp762 triliun, harga sahamnya melorot 0,79 persen ke level 6.250. BBRI yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua senilai Rp493 triliun, menurun 0,6 persen ke level 3.290. Saham yang mencatatkan pelemahan terbesar di sektor keuangan adalah FUJI (-3,5%) dan AMAR (-2,5%).
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menurun 0,05 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham SOHO (-3,7%) dan MEDS (-2,4%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 0,1 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada GLVA (-3%) dan MLPT (-2,9%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melemah tipis 0,04 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada PACK yang mengalami ARB (-9,7%) dan FPNI (-8,3%).
Sebaliknya, indeks sektor energi (IDXENERGY) tercatat menguat 0,13 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham BBRM (+6,7%) dan ARII (+6,3%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) terpantau menguat 0,54 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada KING (+8,9%) dan VISI (+5,8%).
Kemudian, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melompat 0,6 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada CSMI (+20,7%) dan ESTA (+7,1%). Lalu, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) mencatat kenaikan 0,65 persen, dengan peningkatan harga saham tertinggi terjadi pada TRUE (+29,9%) dan BBSS (+21,5%).
Penguatan paling tinggi terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS), yakni meningkat 1,47 persen. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp26 triliun, harga sahamnya melompat 3,23 persen ke level 64. TMAS dengan market cap Rp8,4 triliun mengalami kenaikan harga saham sebesar 2,78 persen ke level 148. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah HELI (+11,5%) dan TRUK mengalami ARA (+9,9%). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary