Koreksi UNTR di Akhir Pekan Tekan IDXINDUST Hingga Anjlok 1,41% Saat IHSG Turun ke 6.518

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam pada perdagangan Jumat (28/8), yakni anjlok 1,41 persen, seiring pelemahan UNTR dan IMPC sebagai emiten big caps di sektor ini. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.518.

Berdasarkan data BEI, IDXINDUST memimpin pelemahan sektoral dengan koreksi 1,41 persen. UNTR sebagai emiten dengan market cap Rp89,5 triliun, harga sahamnya merosot 1,9 persen ke level 24.000. Adapun IMPC yang memiliki market cap Rp74,1 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 6,6 persen ke level 1.350. Dua saham dengan pelemahan terbesar di sektor ini juga dicatatkan IMPC dan diikuti KOBX (-4,4%)

Berikutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) ditutup merosot 0,71 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp176 triliun, harga sahamnya melorot 3,68 persen ke level 14.400. KLBF yang menjadi emiten dengan market cap terbesar kedua, senilai Rp37,4 triliun, harga sahamnya menurun 0,62 persen ke 800. Dua saham di IDXHEALTH yang mengalami penurunan terdalam juga dicatatkan SRAJ dan diikuti SILO (-2,7%).

Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melemah 0,65 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp485 triliun, harga sahamnya anjlok 2,83 persen ke level 14.575. Sementara itu, CUAN dengan market cap Rp91 triliun, harga sahamnya terkoreksi 0,61 persen ke level 810. Dua saham dengan penurunan terdalam di IDXENERGY adalah IATA (-4,3%) dan LEAD (-2,9%).

Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) ditutup menurun 0,64 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham JAST (-5%) dan CENT (-3,7%). Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau melemah 0,58 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada AREA (-4,7%) dan ELIT (-4,5%).

Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terkoreksi 0,42 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham TALF (-5,3%) dan YPAS (-5,1%). Lalu diikuti indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) yang melemah 0,36 persen, dengan terbesar pada BTEK (-9,1%) dan NAYZ (-6,7%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun tipis 0,03 persen, dengan koreksi terbesar pada KIJA (-3,7%) dan RDTX (-2,4%).

Sementara itu, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) memimpin dengan kenaikan 0,67 persen. BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor keuangan maupun di BEI, yakni mencapai Rp790 triliun, harga sahamnya menguat 1,17 persen ke level 6.475. BBRI sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXFINANCE senilai Rp478 triliun, harga sahamnya naik 1,27 persen ke level 3.190. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan terbesar adalah INPC (+7%) dan GSMF (+6,3%).

Setelah IDXFINANCE, indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) terpantau menguat 0,52 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar pada SSTM yang mencatatkan ARA (+25%) dan JIHD (+4,7%). Kemudian, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) meningkat 0,44 persen, dengan kenaikan paling tajam terjadi pada saham PPGL yang mengalami ARA (+9,5%) dan SAFE (+3,7%). (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

1 thought on “Koreksi UNTR di Akhir Pekan Tekan IDXINDUST Hingga Anjlok 1,41% Saat IHSG Turun ke 6.518”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *