Meski Laba Bersih ADRO di 1H26 Melonjak 76,84%, Tapi Arus Kas Operasi Negatif USD42,92 Juta

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi USD42,92 juta atau berbalik dari arus kas operasi positif USD333,16 juta pada periode yang sama di 2025.
Kondisi tersebut menjadi sorotan, karena terjadi ketika laba bersih di Semester I-2026 justru melonjak 76,84 persen menjadi USD309,37 juta dari USD174,94 juta pada Semester I-2025. Mengutip laporan keuangan ADRO untuk periode berakhir 30 Juni 2026, lonjakan laba bersih ini terutama ditopang kinerja operasional di periode Januari-Juni 2026 yang membaik.
Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan usaha ADRO mencapai USD999,24 juta atau bertumbuh 16,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD857,69 juta. Mengacu pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), kenaikan omzet ini terutama berasal dari penjualan hasil tambang kepada pihak ketiga yang meningkat 59,02 persen (y-o-y) menjadi USD373,68 juta.
Selain itu, penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi di Semester I-2026 mengalami kenaikan 1,27 persen menjadi USD210,12 juta dari USD207,49 juta pada Semester I-2025. Sementara itu, pendapatan jasa pertambangan di 1H26 tercatat meningkat 0,89 persen menjadi USD397,30 juta dari USD393,79 juta pada 1H25.
Untuk sisi biaya, beban pokok pendapatan di 1H26 tercatat USD576,56 juta atau hanya meningkat 0,55 persen dibandingkan pada 1H25 sebesar USD573,42 juta. Dengan demikian, laba bruto ADRO di Semester I-2026 menjadi USD422,68 juta atau melambung 48,69 persen dibandingkan Semester I-2025 senilai USD284,27 juta.
Pada periode Januari-Juni 2026, emiten di bawah kendali PT Adaro Strategic Investment ini membukukan laba usaha sebesar USD381,76 juta atau melesat 87,76 persen dibandingkan periode Januari-Juni 2025 senilai USD203,33 juta. Selama enam bulan pertama di 2026, ADRO mencatatkan laba periode berjalan USD329,20 juta atau melejit 68,87 persen dari USD194,94 juta pada periode yang sama di 2025.
Sementara itu, besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semeseter I-2026 tercatat mencapai USD309,37 juta atau melonjak 76,84 persen dibandingkan dengan laba bersih Semeseter I-2025 yang senilai USD174,94 juta.
Sayangnya, lonjakan laba tersebut tidak diikuti pertumbuhan kas dari kegiatan utama di sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Penerimaan dari pelanggan di 1H26 memang tercatat meningkat 12,38 persen (y-o-y) menjadi USD968,44 juta, tetapi pembayaran kepada pemasok dan kontraktor melonjak 136,48 persen (y-o-y) menjadi USD803,83 juta. Pembayaran royalti juga membengkak 59,57 persen (y-o-y) menjadi USD82,26 juta dan pembayaran biaya karyawan meningkat 4,41 persen (y-o-y) menjadi USD113,57 juta.
Tekanan modal kerja juga terlihat dari posisi persediaan per 30 Juni 2026 yang meroket hingga 335,55 persen menjadi USD505,13 juta dari USD115,98 juta per 31 Desember 2025. Persediaan aluminium tercatat mencapai USD319,92 juta, sedangkan pada akhir 2025 belum terdapat saldo persediaan aluminium. Piutang usaha per akhir Semester I-2026 sebesar USD423,74 juta atau meningkat 7,84 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD392,94 juta.
Alhasil, arus kas operasi ADRO di periode Januari-Juni 2026 berbalik menjadi negatif USD42,92 juta dari positif USD333,16 juta pada periode yang sama di 2025. Pada aktivitas investasi, arus kas bersih berbalik menjadi positif USD48,59 juta dari arus kas keluar USD162,08 juta pada Semester I-2025. Adapun arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan di 1H26 mencapai USD52,61 juta atau menurun 89,6 persen dari USD505,75 juta pada 1H25.
Tekanan arus kas tersebut juga tercermin pada jumlah kas dan setara kas per 30 Juni 2026 yang tersisa USD978,22 juta alias merosot 6,31 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 mencapai USD1,04 miliar. Hingga akhir Semester I-2026, total aset ADRO mencapai USD7,8 miliar atau meningkat 14,49 persen dibandingkan per akhir Desember 2025 sebesar USD6,82 miliar.
Per 30 Juni 2026, total liabilitas ADRO tercatat USD2,68 miliar atau membengkak 47,68 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar USD1,81 miliar. Total ekuitas hingga akhir Semester I-2026 tercatat sebesar USD5,13 miliar atau hanya bertumbuh 2,47 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD5 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary