BNII Resmi Akuisisi 51% Saham Asuransi eTiQa Senilai Rp21,59 Miliar

PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (eTiQa) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menandatangani Akta Jual Beli saham dengan Etiqa International Holdings Sdn Bhd pada 31 Agustus 2026, sebagai bagian dari pengambilalihan 51 persen saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (eTiQa) dengan nilai transaksi sebesar Rp21,59 miliar.

Mengutip isi surat BNII kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 31 Agustus 2026, transaksi tersebut dilakukan melalui penandatanganan Akta Jual Beli antara BNII dan Etiqa International Holdings. Dalam transaksi ini, Maybank membeli saham eTiqa yang sebelumnya dimiliki Etiqa International Holdings. Saham yang dibeli terdiri atas 19.250.000 saham kelas A dan 790.138.247 saham kelas B.

Pembelian saham tersebut secara keseluruhan mewakili 51 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh eTiQa. Dengan penyelesaian transaksi ini, maka BNII akan secara langsung memiliki 51 persen saham eTiQa. Manajemen Maybank menyampaikan, transaksi tersebut dilaksanakan untuk memenuhi POJK Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Pengambilalihan saham eTiQa dilakukan dalam rangka penataan Konglomerasi Keuangan Maybank Group. Dalam struktur tersebut, BNII berperan sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan operasional, sedangkan eTiQa menjadi anggota konglomerasi keuangan. Manajemen menegaskan, transaksi ini telah memperoleh persetujuan OJK.

Selain itu, OJK juga telah menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-414/PD.02/2026 tertanggal 13 Agustus 2026 mengenai hasil penilaian kemampuan dan kepatutan BNII selaku calon pengendali yang merupakan pemegang saham eTiQa. Transaksi juga sudah memperoleh persetujuan dari pemegang saham BNII maupun eTiQa.

Manajemen BNII mengungkapkan, nilai transaksi pengambilalihan sebesar Rp21,59 miliar tersebut, dananya bersumber dari realokasi aset likuid (HQLA) ke dalam instrumen investasi dalam bentuk saham. Setelah transaksi selesai, BNII menjadi pemegang saham pengendali eTiQa dengan kepemilikan 51 persen dan berperan sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan operasional. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *