IDXTRANS Menguat 2,39%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Naik 1,03% di Sesi I

RollingStock.ID – Sebanyak 10 indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (3/9), diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melejit 1,03 persen ke level 6.663. Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang melemah.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTRANS menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 2,39 persen ke level 1.843. Penguatan IDXTRANS antara lain didukung saham GIAA sebagai pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp28 triliun. Harga saham emiten maskapai penerbangan BUMN ini tercatat menguat 4,55 persen ke level 69.
Selain GIAA, saham TMAS sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di sektor transportasi dan logistik senilai Rp8,21 triliun, harga sahamnya mengalami kenaikan 3,6 persen ke level 144. Dua saham di IDXTRANS yang membukukan kenaikan paling tinggi adalah TRUK yang mengalami ARA (+25%) dan IMJS (+19,5%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) menguat 2,33 persen, terutama ditopang ASII yang memiliki market cap terbesar di sektor ini senilai Rp200 triliun, dengan kenaikan harga saham 2,48 persen ke level 4.960. UNTR sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp95,6 triliun, harga sahamnya naik 2,4 persen ke 25.650. Kenaikan paling tajam di sektor ini terjadi pada SINI (+13,5%) dan KUAS (+12,9%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melompat 1,88 persen, lantaran ditopang BYAN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp460 triliun, yang harga sahamnya naik 0,73 persen ke 13.800. Lalu diikuti DSSA sebagai pemilik market cap kedua di IDXENERGY senilai Rp227 triliun, dengan peningkatan harga saham 1,29 persen ke level 1.180. Dua saham yang mencatatkan peningkatan tertinggi adalah SOCI (+7,9%) dan IATA (+7,3%).
Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,58 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada saham UANG yang mancatatkan ARA (+24,9%) dan CBDK (+8,6%). Indeks sektor konsumen primer (IDXNONCYC) terpantau meningkat 1,4 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham WMPP yang mengalami ARA (+10%) dan COCO (+9,2%).
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 1,39 persen, dengan pertumbuhan paling besar terjadi pada saham MINE (+13,5%) dan SRSN (+11,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) tercatat meningkat 1,29 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham PTPP (+6,8%) dan HADE (+5,9%).
Indeks sektor konsumen siklikal (IDXCYCLIC) menguat 0,95 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham GRPH (+25%) dan ERAA (+15,4%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) meningkat 0,63 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada NICK yang mengalami ARA (+24,8%) dan LIFE (+9,5%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,5 persen, dengan peningkatan tertinggi pada DGNS (+5,7%) dan MTMH (+4,6%).
Berbeda dengan sektor lain, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau melemah 1,48 persen, terutama akibat adanya tekanan dari MLPT sebagai pemilik market cap Rp58,3 triliun yang harga sahamnya merosot 1,19 persen ke 1.245. Diikuti pula oleh BELI sebagai konstituen indeks sektor teknologi dengan market cap Rp49,3 triliun, yang harga sahamnya anjlok 11,33 persen ke level 360. Dua saham di sektor ini yang mengalami koreksi paling dalam juga dicatatkan BELI dan disusul PGJO (-6%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
2 thoughts on “IDXTRANS Menguat 2,39%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Naik 1,03% di Sesi I”