IDXINDUST Menguat 1,89%, Dipimpin IMPC dan UNTR Saat IHSG Naik di Sesi I

RollingStock.ID – Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penguatan paling tinggi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesi I, Rabu (16/9), dengan kenaikan 1,89 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen ke level 6.484.
Berdasarkan data BEI, penguatan IDXINDUST mencapai 1,89 persen, terutama ditopang IMPC yang merupakan konstituen di indeks sektor industri dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) Rp95,5 triliun. Harga saham IMPC tercatat melonjak 7,08 persen ke level 1.740 per saham. Sementara itu, UNTR dengan merket cap Rp97,6 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,92 persen ke level 26.175.
Namun di sisi lain, ASII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di IDXINDUST senilai Rp197 triliun, harga sahamnya justru terkoreksi 0,2 persen ke level 4.880. Adapun saham yang mencatatkan kenaikan harga paling tinggi di sektor ini adalah VISI (+9,8%) dan SINI (+8,4%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau menguat 1,08 persen. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp392 triliun, harga sahamnya melambung 15,44 persen ke level 11.775. Adapun DSSA dengan market cap terbesar kedua di sektor energi senilai Rp215 triliun, harga sahamnya melejit 3,23 persen ke level 1.120. Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini adalah KOPI yang mengalami ARA (+24,8%) dan BYAN (+15,44%).
Berikutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) tercatat meningkat 0,66 persen, dengan kenaikan paling tajam terjadi pada saham OBMD (+5%) dan BMSR (+4,4%). Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami kenaikan 0,5 persen, dengan penguatan terbesar pada saham DPUM (+21,7%) dan EURO (+8,1%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,49 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham UANG yang mengalami ARA (+24,9%) dan VAST (+14,4%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 0,42 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar pada MITI (+14,8%) dan SAFE yang mencatatkan ARA (+9,9%). Indeks sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) naik tipis 0,04 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham POLU (+15,2%) dan SLIS (+13,4%).
Berbeda dengan sebagian besar sektor lainnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah 0,32 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham LABS (-1,8%) dan CHEK (-1,5%). Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,37 persen, dengan koreksi terdalam dialami oleh saham DEFI (-8,6%) dan APIC (-7,7%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terkoreksi 0,44 persen, terutama tertekan BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp417 triliun. Harga saham BREN pada Sesi I tercatat merosot 0,95 persen ke 3.120. Lalu, TLKM sebagai emiten dengan terbesar kedua senilai Rp264 triliun, harga sahamnya melemah 1,11 persen ke 2.670. Dua saham di sektor ini yang mengalami koreksi terdalam adalah ARKO (-3,9%) dan CENT (-3,6%).
Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatat pelemahan paling dalam di antara 11 indeks sektoral di BEI, yakni menurun 0,56 persen. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp458 triliun, harga sahamnya melorot 3,55 persen ke 192.250. Lalu, BELI sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp39,2 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 0,69 persen ke 286. Saham di sektor ini yang menurun paling dalam adalah PTSN (-7,1%) dan KREN (-6,2%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary