Arus Kas tak Cukup Bayar Utang Jatuh Tempo, APEX Ungkap Rincian Konversi Rp70,88 Miliar ke HSBC

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Manajemen PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengungkap, ketersediaan arus kas perseroan pada saat jatuh tempo kewajiban pada 2026 belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi seluruh kewajiban keuangan. Kondisi ini menjadi salah satu dasar dilakukannya penataan kembali kewajiban kepada kreditor sindikasi luar negeri melalui sejumlah mekanisme, termasuk konversi sebagian utang menjadi saham baru.

Dalam keterangan resmi APEX yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (23/9), manajemen perseroan menjelaskan bahwa penyelesaian kewajiban kepada kreditor sindikasi luar negeri dilakukan melalui beberapa mekanisme, yakni penyelesaian sebagian kewajiban, penyesuaian jangka waktu sebagian kewajiban dan konversi sebagian utang menjadi saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD).

Seperti diketahui, kreditor sindikasi luar negeri tersebut terdiri dari HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC Ltd). Manajemen APEX menyampaikan, kedua kreditor tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan dan telah menyetujui untuk menerima saham baru sebagai penyelesaian kewajiban utang.

“Berdasarkan hasil kesepakatan, penyelesaian kewajiban dilakukan melalui beberapa mekanisme, termasuk penyelesaian sebagian kewajiban, penyesuaian jangka waktu sebagian kewajiban, serta konversi sebagian kewajiban menjadi saham baru Perseroan melalui PMTHMETD,” demikian disampaikan manajemen APEX.

Lebih lanjut manajemen perseroan menyebutkan, total kewajiban yang akan dikonversi menjadi saham mencapai USD4,11 juta. Dengan kurs yang disepakati sebesar Rp17.250 per USD, sehingga nilai tersebut setara dengan Rp70,88 miliar.

Konversi dilakukan dengan harga Rp325 per saham, maka APEX akan menerbitkan 218.090.317 saham biasa Seri B kepada kedua kreditor tersebut melalui PMT-HMETD alias private placement. Jumlah saham baru ini setara dengan 5,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah transaksi.

Dalam keterangan resmi APEX menyebutkan, HSBC Ltd akan menerima 155.778.802 saham Seri B untuk penyelesaian kewajiban utang sebesar USD2,93 juta, sedangkan HSBC PLC akan menerima 62.311.515 saham Seri B untuk penyelesaian utang sebesar USD1,17 juta.

Kedua konversi tersebut menggunakan kurs Rp17.250 per USD dan harga konversi Rp325 per saham. Tanggal konversi disepakati pada 31 Oktober 2026 atau tanggal lain yang nantinya disepakati oleh para pihak, dengan pelaksanaan tetap membutuhkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dengan penerbitan tersebut, HSBC Ltd akan menjadi pemegang 4,14 persen saham APEX setelah PMT-HMETD, sedangkan HSBC PLC akan memiliki 1,66 persen saham. Secara bersama-sama, kedua kreditor akan menguasai 5,79 persen saham APEX setelah transaksi.

Adapun jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh APEX akan meningkat dari 3.546.466.661 saham menjadi 3.764.556.978 saham setelah private placement. Kepemilikan PT Aserra Capital akan terdilusi dari 53,51 persen menjadi 50,41 persen, sedangkan kepemilikan investor publik menurun dari 39,45 persen menjadi 37,17 persen.

Manajemen APEX menegaskan, nilai USD4,11 juta yang dikonversi menjadi saham hanya mencakup komponen pokok utang alias nilai tersebut tidak mencakup bunga maupun denda. Manajemen juga menyatakan, perseroan tidak akan memperoleh dana tunai dari pelaksanaan PMT-HMETD, karena penyetoran saham dilakukan dengan mengompensasikan hak tagih yang dimiliki kreditor sindikasi luar negeri.

Apabila mengacu pada Conditional Share Issuance Agreement (CSIA) yang ditandatangani APEX bersama kreditor pada 11 Agustus 2026, saham baru tersebut wajib diterbitkan, diserahkan kepada kreditor dan didaftarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) paling lambat 31 Oktober 2026 atau tanggal lain yang disepakati kemudian.

Dalam CSIA juga disepakati bahwa penerbitan saham tersebut menjadi pembayaran penuh atas kewajiban utang sebesar USD4,11 juta setelah kreditor menerima saham baru. Penerbitan saham tetap menjadi subjek persetujuan RUPS Luar Biasa APEX.

Penataan kembali kewajiban tersebut mencakup pinjaman dan beban akrual APEX kepada kreditor sindikasi luar negeri yang jatuh tempo pada 2026 sebesar USD36,25 juta. Setelah sebagian kewajiban diselesaikan —sebagian dikonversi menjadi saham dan sebagian lainnya memperoleh perpanjangan jangka waktu— manajemen APEX menyatakan bahwa jumlah kewajiban kepada kreditor sindikasi luar negeri menjadi USD8,67 juta.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pinjaman dan beban akrual APEX kepada kreditor sindikasi luar negeri tercatat USD36,09 juta. Pada periode tersebut, kas dan setara kas perseroan tercatat senilai USD26,92 juta.

Restrukturisasi Berawal dari Fasilitas USD35 Juta

Kewajiban tersebut berawal dari Perjanjian Fasilitas 2022 yang ditandatangani APEX pada 7 Juni 2022 dengan nilai fasilitas pinjaman berjangka USD35 juta. Pinjaman ini semula jatuh tempo pada 18 Mei 2026. Jatuh tempo kemudian beberapa kali diperpanjang, masing-masing hingga 8 Juni 2026, 8 Juli 2026 dan terakhir 31 Juli 2026.

Pada 31 Juli 2026, APEX mencapai kesepakatan dengan para pemberi pinjaman melalui 2026 Amendment and Restatement Deed. Salah satu bentuk penyelesaian kewajiban dalam kesepakatan tersebut adalah penerbitan saham baru senilai USD4,11 juta kepada HSBC PLC dan HSBC Ltd paling lambat 31 Oktober 2026.

Untuk merealisasikan transaksi, APEX akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS-LB yang dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Jakarta. Salah satu mata acara Rapat adalah persetujuan PMT-HMETD dengan menerbitkan 218.090.317 saham Seri B bernilai nominal Rp325 per saham.

RUPS-LB juga akan meminta persetujuan para pemegang saham terkait dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar APEX perihal klasifikasi saham menjadi Seri A dengan nilai nominal Rp500 per saham dan Seri B dengan nilai nominal Rp325 per saham. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

1 thought on “Arus Kas tak Cukup Bayar Utang Jatuh Tempo, APEX Ungkap Rincian Konversi Rp70,88 Miliar ke HSBC”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *