TOWR Alokasikan Rp500 Miliar untuk Buyback Maksimal 1,18 Miliar Saham

RollingStock.ID – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengalokasikan dana maksimal Rp500 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya 1.183.151.916 lembar atau setara 2 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Berdasarkan keterangan resmi TOWR yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (30/9), rencana buyback tersebut sehubungan dengan ditetapkannya kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 9 September 2026.
Apabila mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini TOWR memiliki saham treasuri sebanyak 685.114.554 lembar atau setara 1,1593 persen jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sementara itu, kepemilikan masyarakat tercatat 27,447 persen, PT Sapta Adhikari Investama sebesar 45,2878 persen dan PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 19,9544 persen.
Dengan demikian, jika seluruh rencana buyback terealisasi dan jumlah saham treasuri yang ada saat ini tidak berubah, maka saham treasuri TOWR akan menjadi 1.868.266.470 lembar atau mencapai 3,1593 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Manajemen TOWR memperkirakan, periode pelaksanaan buyback berlangsung selama kurun 30 September hingga 30 Desember 2026. Namun, emiten milik Djarum Group ini bisa mengakhiri periode tersebut lebih awal apabila biaya buyback atau target jumlah saham yang akan dibeli kembali sudah tercapai.
Lebih lanjut manajemen TOWR menyampaikan, rencana pembelian kembali saham dilakukan tanpa memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Manajemen menegaskan, pelaksanaan buyback menggunakan dana internal dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan modal kerja dan kecukupan sumber pendanaan. Aksi korporasi ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga saham di masa mendatang, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi TOWR untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien.
Pada sisi dampak terhadap kinerja per saham, manejemen memproyeksikan bahwa earnings per share (EPS) meningkat setelah buyback, karena jumlah saham yang beredar berkurang. Berdasarkan data per 30 Juni 2026, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,86 triliun dan tidak berubah dalam perhitungan proforma setelah buyback.
Sementara itu, aset TOWR tercatat Rp81,84 triliun per 30 Juni 2026 dan secara proforma menjadi Rp81,34 triliun setelah memperhitungkan penggunaan dana Rp500 miliar untuk buyback. Ekuitas juga menurun dari Rp29,09 triliun menjadi Rp28,59 triliun secara proforma.
Dengan asumsi buyback maksimal Rp500 miliar atau setara 1.183.151.916 saham, maka EPS TOWR diperkirakan meningkat dari 31,91 menjadi 32,57. Sehingga, kenaikan EPS dalam proforma ini terjadi ketika laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap Rp1,86 triliun, sedangkan jumlah saham beredar berkurang akibat buyback.
Untuk pelaksanaan transaksi, TOWR akan menggunakan metode dan pembatasan harga saham sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023. Perseroan juga menunjuk PT BCA Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham selama periode buyback. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary