WSBP Siap Private Placement 33,83 Miliar Saham, Investor Eksisting Bakal Terdilusi Besar-besaran

RollingStock.ID – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) alias private placement sebanyak-banyaknya 33,83 miliar saham baru, yang berpotensi menyebabkan dilusi besar-besaran terhadap persentase kepemilikan pemegang saham lama.
Berdasarkan keterangann resmi WSBP yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (30/9), perseroan berencana menerbitkan maksimal 33.831.589.017 saham baru sebagai bagian dari pelaksanaan restrukturisasi utang melalui konversi utang menjadi ekuitas.
Jumlah saham baru tersebut lebih besar dibandingkan jumlah saham WSBP sebelum transaksi yang tercatat sebanyak 26.361.877.613 saham. Setelah PMT-HMETD, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh WSBP akan meningkat menjadi 60,19 miliar saham, sebelum memperhitungkan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).
Dengan struktur tersebut, tentunya saham baru yang diterbitkan melalui private placement akan setara 56,2 persen dari jumlah saham WSBP setelah PMT-HMETD. Sebaliknya, pemegang saham lama secara agregat hanya akan merepresentasikan 43,8 persen dari total saham setelah penerbitan saham baru, jika tidak menambah kepemilikan.
Dilusi tersebut berpotensi semakin besar, setelah WSBP memperhitungkan konversi OWK. Dalam proforma struktur permodalan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh WSBP setelah PMT-HMETD dan konversi OWK diperkirakan mencapai 109,83 miliar lembar.
Jumlah saham WSBP secara keseluruhan berpotensi meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan posisi sebelum transaksi. Kondisi ini tentunya merupakan konsekuensi dari rencana restrukturisasi utang perseroan melalui konversi utang menjadi saham.
Manajemen WSBP mengungkapkan, private placement merupakan bagian dari pelaksanaan Perjanjian Perdamaian yang sudah disetujui pemegang saham dan digunakan untuk mengonversi utang kepada kreditur menjadi ekuitas.
Mengacu pada rincian rencana transaksi, kreditur dagang aktif memiliki nilai utang Rp1,99 triliun yang akan dikonversi menjadi 1,3 miliar saham. Sementara itu, utang kreditur dagang terdahulu sebesar Rp440,8 miliar akan dikonversi menjadi 418,9 juta saham.
Selain itu, terdapat tambahan utang kreditur dagang senilai Rp6,1 miliar yang akan dikonversi menjadi 119,975 juta saham. Secara keseluruhan, saham yang diterbitkan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 22 Mei 2025 dan tambahan utang kreditur dagang mencapai 33,83 miliar saham.
Perubahan struktur permodalan tersebut tentunya akan mengubah komposisi pemegang saham WSBP. Dalam proforma setelah transaksi, kreditur dagang diproyeksikan memiliki 30,8 persen saham WSBP, sedangkan kreditur finansial sebesar 33,17 persen. Maka, persentase kepemilikan pemegang saham lama akan berkurang, lantaran jumlah saham beredar meningkat signifikan.
Sekadar informasi, hingga 26 Agustus 2026, WSBP telah melaksanakan enam tahap konversi melalui PMT-HMETD berdasarkan keputusan RUPST 22 Mei 2025, dengan total utang yang telah dikonversi menjadi saham sebesar Rp1,55 triliun dan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 3,11 miliar lembar.
Selain private placement, WSBP masih memiliki rangkaian konversi OWK yang turut diperhitungkan dalam proforma struktur permodalan. Jika seluruh transaksi dalam struktur tersebut terealisasi, maka jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh WSBP bisa mencapai 109,83 miliar saham, dibandingkan sebanyak 26,36 miliar saham sebelum transaksi. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary