IDXTECHNO di Sesi I Anjlok 3,28%, Sektor Industri Juga Tertekan Saat IHSG Jatuh ke 6.020

RollingStock.ID – Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada penutupan Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10), yaitu anjlok 3,28 persen. Pelemahan indeks sektor teknologi terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 0,83 persen ke level 6.020.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXTECHNO anjlok 3,28 persen akibat adanya tekanan sejumlah saham berkapitalisasi besar pada Sesi I. DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp460 triliun, harga sahamnya melorot 2,42 persen ke level 193.200. MLPT sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp43,8 triliun, harga sahamnya anjlok 4,59 persen ke level 935.
Sementara itu, GOTO sebagai salah satu konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp31,9 triliun, harga sahamnya kembali ambles 12,5 persen ke level 28 atau mengalami auto-rejection bawah (ARB). Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling dalam adalah KREN yang mengalami ARB (-13,3%) dan diikuti saham GOTO.
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) terpantau melorot 1,83 persen. ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp183 triliun, harga sahamnya menurun 1,3 persen ke 4.540. Lalu, UNTR sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp96,9 triliun, harga sahamnya anjlok 3,97 persen ke 26.000. Saham mengalami koreksi paling dalam di sektor industri, yakni SOSS yang mencatatkan ARB (-14,8%) dan IKAI (-5%).
Selanjutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tersungkur 1,8 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham MIRA yang mengalami ARB (-11,5%) dan BLTA (-7,7%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terperosok 1,2 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada ALKA yang mencatatkan ARB (-14,7%) dan KKES (-10,2%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) merosot 1,14 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham HADE (-10,7%) dan ARKO (-7,8%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) tercatat melemah 1,05 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham DGNS (-4,7%) dan RSCH (-3,8%).
Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 0,94 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham DADA yang mengalami ARB (-12,5%) dan BAPI (-9,5%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) terkoreksi 0,61 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham PCAR (-10,9%) dan ANDI (-9,1%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau melemah terbatas 0,55 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham BINA (-6,9%) dan BABP (-6,2%). Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan penutupan kemarin. Saham di sektor siklikal yang melemah terdalam terjadi pada FORU yang mengalami ARB (-14,7%) dan VERN (-12,5%).
Berbeda dari indeks sektoral lainnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang menguat pada Sesi I. Indeks sektor energi tercatat menguat 0,57 persen, meskipun BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp387 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 1,48 persen ke level 11.625.
Sebaliknya, DSSA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp214 triliun, harga sahamnya terpantau melonjak 4,21 persen ke level 1.115. Lalu, AADI sebagai salah satu konstituen IDXENERGY dengan market cap Rp87,7 triliun juga mencatat penguatan harga cukup signifikan sebesar 2,97 persen ke level 11.275. Dua saham di sektor ini yang meningkat paling tinggi adalah AIMS (+14%) dan UNIQ (+13,3%). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
1 thought on “IDXTECHNO di Sesi I Anjlok 3,28%, Sektor Industri Juga Tertekan Saat IHSG Jatuh ke 6.020”