TOWR Kantongi Kontrak Rp100 Triliun Hingga 2045, Sebesar 74% dari Bisnis Menara

RollingStock.ID – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melaporkan bahwa perseroan memiliki contracted revenue (pendapatan kontraktual jangka panjang atau berlaku hingga tahun 2045 mencapai Rp100,1 triliun, yang sebesar 74 persen di antaranya berasal dari bisnis menara.
Menurut Direktur Utama TOWR, Ferdinandus Aming Santoso saat Public Expose secara daring pada Selasa (8/9), capaian contracted revenue pada Semester I-2026 tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan Rp52,238 triliun pada 2020. Sekitar 74 persen dari contracted revenue berasal dari segmen menara, sedangkan dari bisnis non-menara mencapai Rp26 triliun.
Aming menyampaikan, contracted revenue mencapai Rp100,1 triliun itu setara dengan sembilan tahun pendapatan Tahun Buku 2025 dan sebanyak 2,2 kali saldo pinjaman pada Semester I-2026. Dia menyatakan, kinerja enam bulan pertama tahun ini menunjukkan kekuatan model bisnis TOWR yang didukung aset terintegrasi dan saling bersinergi.
“Kami berhasil meningkatkan pendapatan dan laba bersih, serta memperkuat posisi neraca keuangan. Kami selalu berupaya untuk memaksimalkan nilai dari portofolio infrastruktur TOWR melalui peningkatan pemanfaatan aset dan keunggulan operasional dan tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan modal, sehingga dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” papar Aming.
Hingga Semester I-2026, TOWR memiliki 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang 182.559 kilometer. Infrastruktur ini didukung 61.038 tenan dengan tenancy ratio 1,65 kali, layanan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Fiber-to-the-Home (FTTH) sebanyak 1,86 juta homepass, serta layanan solusi konektivitas dengan 28.153 aktivasi.
Pada sisi kinerja keuangan, TOWR membukukan pendapatan operasional (konsolidasian) di Semester I-2026 sebesar Rp7,2 triliun atau bertumbuh 12,7 persen (year-on-year). EBITDA mencapai Rp5,58 triliun alias meningkat 4,8 persen (y-o-y), sedangkan laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun atau bertumbuh 12,4 persen.
Sementara itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA berdasarkan LQA EBITDA tercatat 3,94 kali pada Semester I-2026, membaik dari 4,65 kali pada Semester I-2025. TOWR juga mempertahankan biaya bunga sebesar 5,55 persen di tengah kenaikan suku bunga pasar sepanjang 2026.
Aming memperkirakan, ada peluang pertumbuhan dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA) dan pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi. Dengan demikian, jelas dia, kedua inisiatif tersebut diyakini bakal meningkatkan kebutuhan terhadap menara dan jaringan kabel optik yang merupakan dua bisnis utama TOWR. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
2 thoughts on “TOWR Kantongi Kontrak Rp100 Triliun Hingga 2045, Sebesar 74% dari Bisnis Menara”