IDXBASIC Menguat 2%, Jadi Sektor Terkuat Saat IHSG Naik 1,01% ke 6.686

RollingStock.ID – Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menjadi indeks sektoral dengan kenaikan paling tinggi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (8/9), yakni mencapai 2 persen, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,01 persen ke level 6.686.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXBASIC berakhir di zona hijau atau menguat 2 persen, antara lain ditopang saham AMMN yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp338 triliun. Harga saham AMMN terpantau melonjak 5,9 persen ke level 4.670.
Sementara itu, EMAS sebagai salah satu konstituen IDXBASIC dengan market cap sebesar Rp125 triliun, harga sahamnya meningkat 0,89 persen ke level 8.500. Adapun dua saham di sektor barang baku yang mencatatkan peningkatan paling tajam adalah PPRI (+20,7%) dan ESIP (+15,1%).
Indeks sektor konsumer primer (IDXNONCYC) meningkat 1,39 persen, terutama didukung HMSP sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp88,9 triliun, yang harga sahamnya naik 2 persen ke 765. INDF sebagai anggota IDXNONCYC dengan market cap Rp65,8 triliun mengalami kenaikan harga saham 2,04 persen ke 7.500. Saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni MSJA (+18,1%) dan JAWA (+14,5%).
Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menguat 1,22 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada saham PIPA (+15,6%) dan WIDI (+8%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) mengalami kenaikan 1,17 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada GTBO yang mencatatkan ARA (+10%) dan SMMT (+9,2%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) membukukan kenaikan 0,83 persen, dengan peningkatan paling besar terjadi pada saham CENT (+16,8%) dan HADE mengalami ARA (+10%). Lalu diikuti indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) yang menguat 0,79 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham POLA yang mengalami ARA (+34,6%) dan BMAS (+12,9%).
Berikutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat menguat 0,73 persen, dengan peningkatan paling tajam terjadi pada saham JAYA (+13,3%) dan LOPI (+6,7%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menjadi sektor dengan kenaikan terkecil, yakni hanya 0,2 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar pada ASPI yang mengalami ARA (+25%) dan BKDP (+19,8%).
Pada sisi lain, indeks sektor barang baku non-primer (IDXCYCLIC) terpantau melemah 0,13 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham LUCY yang mencatatkan ARB (-9,8%) dan FORU (-6,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun 0,55 persen, terutama diakibatkan adanya tekanan dari BELI yang terperosok 5,88 persen ke level 320.
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam, yakni sebesar 0,59 persen. SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp161 triliun, harga sahamnya melemah 0,19 persen ke level 13.175. Kemudian diikuti KLBF dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp36,5 triliun, yang harga sahamnya menurun 0,64 persen ke 780. Saham yang mengalami koreksi terdalam di sektor ini adalah OMED (-11%) dan LABS (-9,8%). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary